Rayakan HUT 499 Jakarta, ASPEN Gelar Pameran 55 Pelukis

Highlights:

  • Suasana semarak dan penuh apresiasi seni mewarnai pembukaan pameran lukisan 55 Perupa yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Amuya Gallery Jakarta.
  • Pameran yang menampilkan 55 Perupa ASPEN dari berbagai kota itu, menghadirkan tema “Jakarta Punya Kita: Seni Menghidupkan Jakarta” yang menggambarkan denyut kehidupan, semangat kebersamaan, tantangan, harapan, dan dinamika yang membentuk karakter Kota Jakarta.
  • Kehadiran pameran ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem seni, yang sekaligus membuka ruang apresiasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong lahirnya peluang ekonomi bagi para pelaku kreatif.

AP HEADER

Jakarta – Suasana semarak dan penuh apresiasi seni mewarnai pembukaan pameran lukisan 55 Perupa yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN) pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Amuya Gallery Jakarta.

Pameran yang berlangsung selama 20 Juni sampai 20 Juli 2026 ini, juga bertepatan dengan HUT 499 Kota Jakarta. Menjadikannya momentum penting dalam memperkuat peran seni rupa sebagai bagian dari kehidupan budaya Masyarakat Jakarta.

“Apresiasi saya sampaikan kepada ASPEN yang secara konsisten menghadirkan ruang kreativitas bagi para perupa serta berkontribusi dalam pengembangan seni dan budaya di Jakarta, khususnya Jakarta Pusat sebagai wilayah binaannya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jakarta yang diwakili oleh Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Andri Febrian, sebagaimana dikutip Senin, 22 Juni 2026.

Pameran ini menampilkan 55 Perupa ASPEN dari berbagai kota, seperti ASPEN Jabodetabek, ASPEN Aceh, ASPEN Palembang, ASPEN Bandung, ASPEN Cirebon, hinga ASPEN Bali di antaranya: Adam Bonsai, Anni Kholillah, Antonius Kriswanto, Adrian Novray, Aryo Bimo, Asep Chaerullah, Azzam Abiyan Ramdhan, Biagtwanti Dewi P, Budi Utomo, Cecilia D Kristiari, Chryshnanda DL, Damayanti, Dayu Sri Herti, Dede Priana, Deden Hamdani, Farchat, Felicia Yan, I Made Wiraadikesuma, Indah Mulya, Joppier, Ka’don, Karnoto Mohamad, Kembang Sepatu, Lilik Subekti, Queen Kuan In, Ridwan Marhid, Sarnadi Adam, Supriatna, Susi Necklin, Syakieb Sungkar, Teddy Suchyar, Teuku Shabir, dan Tukiyan (Wempi).

Melalui karya-karya tersebut, para seniman menyampaikan gagasan, kritik sosial, kecintaan terhadap budaya Nusantara, serta semangat membangun Jakarta sebagai kota maju dan berbudaya.

Dalam kata sambutan lainnya, Direktur Seni Rupa dan Pertunjukan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang diwakili oleh I Made Wiraadikesuma kembali menegaskan bagaimana pameran ASPEN kali ini memiliki makna yang sangat istimewa karena diselenggarakan dalam momentum peringatan 499 tahun Kota Jakarta.

“Sebuah kota yang terus bertumbuh dan bertransformasi menjadi kota global. Namun, di balik kemajuan dan modernitasnya, Jakarta tetap menyimpan jejak sejarah, keberagaman budaya, serta kisah-kisah kehidupan masyarakat yang menjadi identitasnya,” ucap I Made.

Melalui tema “Jakarta Punya Kita: Seni Menghidupkan Jakarta”, para perupa menghadirkan tafsir kreatif terkait Jakarta. Karya-karya yang dipamerkan terlihat tak hanya merekam wajah fisik Jakarta, tapi juga menangkap denyut kehidupan, semangat kebersamaan, tantangan, harapan, dan dinamika yang membentuk karakter kota metropolitan ini.

“Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, seni hadir sebagai medium refleksi yang mengingatkan kita bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun oleh beton dan infrastruktur, tetapi juga oleh imajinasi, kreativitas, dan nilai-nilai kemanusiaan,” jelas I Made.

I Made mengatakan jika kehadiran pameran seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem seni, yang sekaligus membuka ruang apresiasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong lahirnya peluang ekonomi bagi para pelaku kreatif.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pelukis Nusantara (ASPEN), Amuya Gallery, para kurator, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga pameran ini dapat terselenggara dengan baik.

“Semoga pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan bahwa Jakarta adalah milik kita bersama; kota yang terus hidup melalui kreativitas, kolaborasi, dan semangat para warganya,” tukas I Made. SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.