Kinerja Semakin Solid, Bank Bengkulu Kembali Raih Infobank Awards 2026

Highlight:

  • Bank Bengkulu kembali meraih predikat “Sangat Bagus” pada Infobank Awards 2026 berkat kinerja yang terus menguat.
  • Laba bersih Bank Bengkulu melonjak 34,69% sepanjang 2025, dengan kualitas kredit tetap terjaga dan NPL hanya 1,47%.
  • Transformasi digital dan sinergi KUB bersama Bank BJB menjadi motor penguatan daya saing dan ekspansi bisnis Bank Bengkulu.

AP HEADER

Jakarta— Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri perbankan, Bank Bengkulu mampu menjaga momentum pertumbuhan kinerja yang solid.

Berkat konsistensi itu pula, dalam beberapa tahun terakhir Bank Bengkulu selalu meraih predikat sangat bagus dari Infobank.

Di tengah berbagai kondisi yang dihadapi industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) mampu menjaga kinerja positif.

Berkat kemampuannya menjaga performa bisnis hingga tumbuh solid dan berkelanjutan, dalam Rating Bank versi Infobank 2026, Bank Bengkulu pun dianugerahi predikat sangat bagus.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Bengkulu konsisten berpredikat sangat bagus.

Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras serta dedikasi semua jajaran manajemen dan karyawan Bank Bengkulu.

Dukungan yang solid dari semua pemegang saham juga menjadi faktor penting bagi kami dalam menjaga pertumbuhan kinerja positif.

Kami akan terus meningkatkan kinerja agar Bank Bengkulu bisa memberikan konstribusi yang optimal bagi perkembangan ekonomi Provinsi Bengkulu, ujar Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birl), sepanjang 2025, Bank Bengkulu berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp135,15 miliar, atau melonjak 34,69% year on year (yoy).

Pertumbuhan labanya jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang naik 2,74%.

Kenaikan laba Bank Bengkulu ditopang fungsi intermediasi yang tumbuh positif, ditambah keberhasilan strategi efisiensi operasional dan optimalisasi pendapatan bunga.

Sepanjang 2025, kredit bank ini tumbuh 5,45% secara tahunan, atau menjadi Rp7,82 triliun.

Laju kredit disokong kenaikan segmen kredit konsumsi dan kredit investasi yang masing-masing tumbuh 7,98% dan 2,22%. Ekspansi kredit diimbangi dengan kualitas yang terjaga baik.

Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) terjaga di level 1,47%.

Manajemen Bank Bengkulu menegaskan, ekspansi kredit dan pembiayaan memang dilakukan dengan lebih selektif.

Realisasi kredit utamanya mengalir ke sektor produktif melalui kredit modal kerja dan investasi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi, serta kredit konsumtif seperti multiguna dan kendaraan bermotor.

Bank Bengkulu juga memberikan dukungan terhadap program pemerintah melalui pembiayaan mikro berbunga rendah.

Ini sekaligus menegaskan komitmen Bank Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.Sementara dari sisi funding, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,52%, atau menjadi Rp8,41 triliun.

Bank Bengkulu pun menutup tahun buku 2025 dengan total aset sebesar Rp11,19 triliun, atau meningkat 8,06% dibandingkan Rp10,36 triliun di tahun sebelumnya.

Pencapaian positif Bank Bengkulu berlanjut hingga awal 2026.

Mengacu laporan keuangan kuartal I 2026, Bank Bengkulu berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp27,14 miliar, atau meningkat 15,29% secara tahunan.

Kenaikan laba disokong kredit yang naik 4,85% menjadi Rp7,87 triliun. Sedangkan DPK tumbuh 6,43%, atau menjadi RP8,84 triliun.

Total asetnya pun mengembang menjadi Rp11,13 triliun, atau meningkat 7,47% secara tahunan.

Bank Bengkulu juga masih mempunyai ruang besar untuk terus melakukan ekspansi dan menjadi katalisator utama perkembangan ekonomi daerah.

Apalagi dengan sudah berjalannya skema Kelompok Usaha Bank (KUB) yang dikembangkan dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Skema KUB ini tidak hanya memberikan dukungan terhadap Bank Bengkulu dari sisi likuiditas, tapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kapabilitas digital.

Berbagai skema bisnis pun bisa dikembangkan dalam KUB, sehingga ekspansi bisnis bisa terakselerasi.

Pengembangan SDM dan transformasi digital tentu juga menjadi fokus arah kebijakan kami untuk terus memperkuat positioning dan meningkatkan daya saing Bank Bengkulu ke depan, tegas Iswahyudi. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.