Israel Tarik Mundur Ribuan Pasukan dari Gaza, Mau Atur Strategi Baru?

Jakarta— Militer Israel untuk pertama kalinya menarik ribuan tentaranya dari Jalur Gaza sejak dimulainya invasi militer skala penuh pada Oktober tahun lalu.

Keputusan untuk menarik pasukan secara besar-besaran ini menyusul desakan sekutu utamanya, Amerika Serikat yang meminta Israel untuk beralih ke perang dengan intensitas lebih rendah. Hal ini dilakukan guna menekan bertambahnya korban sipil.

Setidaknya, lima brigade yang terdiri dari beberapa ribu tentara dibawa keluar dari Gaza Utara untuk melakukan pelatihan dan istirahat.

Juru bicara Angkatan Darat Israel Daniel Hagari tidak tidak menjelaskan lebih rinci soal ada atau tidaknya fase baru dalam penarikan ribuan pasukan Israel itu.

Baca juga...

Jenderal Naga Bonar

“Tujuan perang memerlukan pertempuran yang berkepanjangan, dan kami sedang mempersiapkannya,” katanya, Senin (1/1/2024).

Sementara Shlomo Brom, pensiunan brigadir jenderal yang bertanggung jawab atas perencanaan strategis militer Israel mengatakan, penarikan pasukan ini mungkin disebabkan adanya tekanan dari AS. Menurutnya, langkah ini bisa menjadi sinyal perubahan cara Israel melakukan perang.

“Perang tidak akan berhenti.Ini adalah awal dari mode operasi yang berbeda,” kata Brom.

Baca juga...

Para pejabat Israel yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, mereka akan melancarkan perang dalam tiga tahap. Tahap pertama yaiut penembakan intensif untuk membersihkan jalur bagi pasukan darat dan mendorong warga sipil untuk mengungsi. Kemudian, tahap kedua adalah invasi ke Jalur Gaza yang dimulai pada 27 Oktober 2023.

Dengan tank dan pasukan yang telah menguasai sebagian besar wilayah Jalur Gaza, kini, Israel bergerak ke tahap ketiga.

“Ini akan memakan waktu setidaknya enam bulan, dan melibatkan misi pembersihan intensif terhadap para teroris. Tidak ada seorang pun yang berbicara tentang merpati perdamaian yang diterbangkan dari Shujayea,” kata pejabat tersebut, merujuk pada distrik Gaza yang dilanda pertempuran.

Perlu diketahui, Otoritas Kesehatan Palestina melaporkan setidaknya 21.978 orang telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak 27 Oktober 2023. Militer Israel mengatakan pekan lalu bahwa setidaknya 172 tentara telah tewas sejak operasi darat dimulai. (*) RAL

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.