Bank BPD Bali Bukukan Laba Rp945 Miliar, Naik 8,14 Persen

Highlight:

  • Laba Bank BPD Bali terus menguat hingga kuartal III 2026, mencerminkan kinerja bisnis yang tetap positif.
  • Fundamental Bank BPD Bali semakin diperkuat melalui permodalan, efisiensi operasional, dan pengelolaan likuiditas.
  • Ekspansi intermediasi tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, sembari menjaga kualitas kredit di tengah dinamika industri perbankan.

AP HEADER

Jakarta– Laba Bank BPD Bali terus menguat hingga memasuki kuartal ketiga 2026, seiring dengan solidnya kinerja bisnis dan fundamental perseroan.

Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan permodalan, ekspansi intermediasi, efisiensi operasional, serta kemampuan bank menjaga kualitas kredit di tengah dinamika industri perbankan dan tekanan eksternal.

Hingga Agustus 2026, laba Bank BPD Bali tumbuh 8,14 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp945 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang aset yang meningkat 6,05 persen menjadi Rp44.164 miliar. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan dukungan dan arahan pemegang saham menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi bisnis perseroan agar semakin adaptif menghadapi perubahan ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan arahan strategis dari Bapak Gubernur beserta seluruh pimpinan daerah selaku pemegang saham. Diskusi dan masukan dalam rapat hari ini menjadi pedoman penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat fondasi bisnis Bank BPD Bali agar lebih adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan,” ujarnya, saat rapat bersama para pemegang saham Bank BPD Bali di Kantor Pusat Bank BPD Bali, Denpasar, (9/9/2026).

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BPD Bali mencapai Rp36.317 miliar atau Rp36,32 triliun, tumbuh 4,00 persen yoy. Struktur pendanaan semakin ditopang dana murah, tercermin dari pertumbuhan giro sebesar 13,65 persen dan rasio CASA yang mencapai 66,47 persen.

Efisiensi juga menjadi penopang kinerja perseroan. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat 59,29 persen. Sementara itu, likuiditas tetap kuat dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 258,15 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 143,72 persen.

Sementara modal inti tumbuh 21,08 persen menjadi Rp6.253 miliar. Penguatan modal membuat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 30,59 persen.

Adapun, di sisi fungsi intermediasi, Bank BPD Bali terus memperluas pembiayaan ke sektor produktif. Total kredit tumbuh 7,03 persen y-o-y menjadi Rp26.201 miliar atau Rp26,20 triliun. Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada segmen UMKM yang mencapai 14,52 persen dengan nilai penyaluran Rp14.154 miliar.

Komposisi kredit produktif mencapai 62,39 persen dari total portofolio kredit. Penyaluran kredit modal kerja dan kredit investasi yang melampaui target memperlihatkan fokus perseroan dalam memperbesar pembiayaan kepada sektor usaha yang menopang aktivitas ekonomi daerah.

Ekspansi kredit tetap dibarengi penerapan prinsip kehati-hatian. Bank BPD Bali menjaga rasio NonPerforming Loan (NPL) Gross pada level 1,03 persen. Sedangkan rasio Loan at Risk (LaR) berada di 3,30 persen.

“Melalui fundamental keuangan yang sehat, efisiensi operasional, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah, Bank BPD Bali berupaya untuk terus menjadi mitra strategis dalam menghadirkan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi dan masyarakat,”pungkas Sudharma. (*)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.