Tren Belanja Bergeser, Pesanan GrabMart Dini Hari Meroket 40,5 Persen

Highlights:

  • Laporan terbaru dari GrabAds mengungkap fakta menarik terkait pergeseran perilaku konsumen, di mana tren belanja justru mengalami lonjakan tajam pada malam hingga dini hari.
  • Pesanan melalui layanan GrabMart tercatat tumbuh signifikan sebesar 40,5% pada rentang dini hari, yakni pukul 02.00-05.59 WIB. Tak hanya itu, peningkatan pesanan sebesar 38,4% juga terjadi pada waktu masyarakat menjelang istirahat, yaitu pukul 21.00-22.29 WIB.
  • Untuk merespons hal ini, GrabAds merumuskan strategi berbasis first-party insights dengan mengamati kebiasaan konsumen di setiap waktu.

AP HEADER

Jakarta – Kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan harian tak lagi terpaku pada jam-jam sibuk konvensional. Laporan terbaru dari GrabAds mengungkap fakta menarik terkait pergeseran perilaku konsumen, di mana tren belanja justru mengalami lonjakan tajam pada malam hingga dini hari.

Fakta ini menjadi sorotan utama dalam gelaran F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026 di Jakarta pada Kamis (22/10/2026). Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, pesanan melalui layanan GrabMart tercatat tumbuh signifikan sebesar 40,5% pada rentang dini hari, yakni pukul 02.00-05.59 WIB. Tak hanya itu, peningkatan pesanan sebesar 38,4% juga terjadi pada waktu masyarakat menjelang istirahat, yaitu pukul 21.00-22.29 WIB.

Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, memaparkan bahwa perubahan perilaku belanja ini didorong oleh semakin tingginya fleksibilitas konsumen. Hal ini sekaligus membuka peluang emas baru, khususnya bagi pelaku industri Food and Beverage (F&B) serta Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang selama ini hanya berfokus pada jam belanja konvensional.

“Pertumbuhan belanja pada malam hingga dini hari menunjukkan bahwa konsumen kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk di luar jam belanja konvensional,” ungkap Roy Nugroho, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

“Bagi industri F&B dan FMCG, perubahan ini membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang sebelumnya mungkin belum banyak diperhatikan. Melalui GrabAds, kami membantu brand memahami perubahan perilaku tersebut berdasarkan data, sehingga mereka dapat mengidentifikasi peluang pemasaran yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen,” tambahnya.

Lantas, bagaimana cara industri merespons dinamika ini? GrabAds merumuskan strategi berbasis first-party insights dengan mengamati kebiasaan konsumen di setiap waktu. Misalnya, pada pagi hari mayoritas mencari buah, sayur, dan daging. Menjelang malam hari, fokus beralih ke camilan dan minuman. Menariknya lagi, 6 dari 10 pesanan di GrabMart langsung diawali dari fitur pencarian—berbeda dengan pengguna GrabFood di mana 79% di antaranya lebih suka bereksplorasi terlebih dahulu.

Untuk mengakomodasi pergeseran ini secara optimal 24/7, Grab meluncurkan kampanye ‘Belanja Terima Beres’ serta layanan DailyMart by Grab yang menjanjikan pengiriman di bawah satu jam. Sementara dari sisi pemasaran, brand didorong untuk menggunakan pendekatan penuh dari hulu ke hilir (full-funnel marketing) guna memenangkan “Top of Mind” hingga “Top of Cart”.

“Peluang bagi brand bukan hanya tentang menjangkau lebih banyak konsumen, tetapi juga hadir dengan pesan yang tepat ketika kebutuhan mereka muncul dan ketika keinginan untuk membeli belum terbentuk,” tegas Roy.

Melalui solusi full-funnel marketing yang disajikan GrabAds, pelaku usaha dapat mencegat konsumen di berbagai titik interaksi yang krusial. “Dengan demikian, brand tidak hanya diingat, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk dipilih ketika konsumen berbelanja,” pungkasnya.

Keefektifan strategi ini terbukti mendapat sambutan positif. Dalam kurun satu tahun terakhir, jumlah brand F&B berskala enterprise yang menggunakan solusi full-funnel marketing GrabAds tercatat melonjak tajam hingga lebih dari 120%. JOS

Editor: SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.