Soroti Generasi Sandwich dan Gen Z, PermataBank Edukasi Bahaya FOMO Lewat Wealth Wisdom 2026

Highlights:

  • Tantangan finansial yang dihadapi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan sandwich generation, menjadi salah satu sorotan utama dalam acara Wealth Wisdom 2026.
  • Div. Head Strategic Marketing and Communication PermataBank, Glenn Ranti, menyoroti bahwa media sosial sering kali membuat generasi muda menjadi pembeli yang impulsif.
  • PermataBank secara proaktif merespons kebutuhan ini dengan menyediakan kelas-kelas khusus dan literasi finansial di ajang Wealth Wisdom.

AP HEADER

Jakarta – Tantangan finansial yang dihadapi generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) dan sandwich generation, menjadi salah satu sorotan utama dalam acara Wealth Wisdom 2026 yang digelar PermataBank di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).

Kemajuan teknologi dan tingginya paparan media sosial dinilai kerap memicu perilaku konsumtif yang mengancam ketahanan finansial generasi muda.

Div. Head Strategic Marketing and Communication PermataBank, Glenn Ranti, menyoroti bahwa media sosial sering kali membuat generasi muda menjadi pembeli yang impulsif. Generasi ini dinilai rentan terhadap tren sehingga sulit membedakan antara kebutuhan nyata dan sekadar keinginan sesaat.

“Sosial media itu kadang-kadang bisa membuat mereka jadi impulsive buyer, di mana mereka nggak mau ketinggalan, itu tren segala macam. Sampai juga yang pernah ada sampai mental breakdown gara-gara sosial media,” jelas Glenn.

Untuk mengatasi masalah tersebut, edukasi dan literasi keuangan menjadi sangat krusial. Brand Ambassador PermataBank, Atiqah Hasiholan, memberikan pandangannya mengenai gaya hidup generasi muda yang kerap menghabiskan dana besar untuk kesenangan sehari-hari, seperti membeli kopi.

Menurut Atiqah, kunci utamanya adalah mengetahui prioritas. “Kita kan biasanya terus berpikir kalau mewariskan kekayaan itu sebatas aset ya. Tapi seberapa jauh sih aset yang kita tinggalkan itu akan berkelanjutan untuk generasi seterusnya? Belum tentu juga akan berkelanjutan dengan baik,” kata Atiqah.

Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan (frugality) dalam menentukan pengeluaran harian demi menjaga stabilitas keuangan masa depan.

PermataBank secara proaktif merespons kebutuhan ini dengan menyediakan kelas-kelas khusus dan literasi finansial di ajang Wealth Wisdom. Tujuannya adalah membekali nasabah, termasuk nasabah muda, agar memiliki kepuasan diri dari pencapaian pribadi tanpa harus terjebak pada utang konsumtif atau ketakutan akan tertinggal tren (FOMO).

“Kesiapan-kesiapan itulah yang diperlukan oleh Gen Z ataupun juga sandwich generation karena memang dengan teknologi yang sangat maju sekarang ini buat mereka juga cukup sulit,” tambah Glenn Ranti.

Melalui acara ini, PermataBank berharap nasabah dapat memaknai kekayaan secara bijak dan mempersiapkan masa depan yang lebih kokoh. JOS

Editor: SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.