Risau dengan Kondisi Ekonomi Bangsa, Bankir Senior Ini Kirim Pesan Ke Ketum Kadin

Highlights:

  • Kondisi perekonomian Indonesia akhir-akhir ini mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Pelemahan rupiah, modal asing yang banyak keluar hingga menekan IHSG, serta potensi inflasi yang semakin menghantui.
  • Sigit Pramono, bankir senior mantan presiden direktur BII dan direktur utama BNI pun menaruh perhatian serius terhadap kondisi ekonomi Tanah Air.
  • Ia mengirimkan surat terbuka kepada Ketum Kadin dan menyinggung MBG serta Kopdes Merah Putih, yang menurutnya ialah kezaliman.

AP HEADER

Jakarta – Kondisi perekonomian Indonesia akhir-akhir ini mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Pelemahan rupiah, modal asing yang banyak keluar hingga menekan IHSG, serta potensi inflasi yang semakin menghantui, membuat berbagai pihak memberikan perhatiannya.

Sigit Pramono, bankir senior mantan presiden direktur BII dan direktur utama BNI pun menaruh perhatian serius terhadap kondisi ekonomi Tanah Air.

Dalam surat terbuka yang Sigit kirim kepada Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya N. Bakrie, ia bahkan dengan lantang menyinggung program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Menurutnya, itu semua akhirnya hanya akan berujung pada kezaliman. Berikut adalah petikan lengkap surat Sigit kepada Ketum dan institusi Kadin secara keseluruhan, yang diterima redaksi Asianpost, Sabtu (23/5):

Isi Surat

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Mas Ketum dan para sahabat Kadin semua yang haqqul yakin pasti mencintai negeri kita . Saya mohon beribu maaf jika di WAG ini dianggap pengacau . Tetapi saya biasa berbicara terus terang. Jika saya merisaukan keadaan negeri kita, saya selalu menulis menyampaikan kerisauan saya.

Setelah program MBG yang penuh kontroversi dan tidak akan suistanable secara operasional, manajemen , dan anggaran kini Kopdes Merah Putih yang niatnya mulia pada akhirnya juga akan menjadi program yang akan menimbulkan ketidakadilan dan kezaliman. Persis seperti program MBG.

Saya titip saja kepada anda yang masih bisa mengakses pintu ke para penguasa, tolong ingatkan mereka. Jangan hancurkan negeri ini.

Pemerintah selalu yakin bahwa mereka berpihak kepada rakyat kecil. Dalam konteks program MBG apakah pemilik, pengelola, karyawan kantin-kantin sekolah, warung-warung kecil di sekitar kampung kita yang mati karena program MBG bukan rakyat kecil? Mereka kan juga rakyat kecil yang mungkin juga tetangga atau saudara kita?

Pemerintah selalu yakin program Kopdes Merah Putih itu berpihak kepada rakyat kecil. Lalu jika Indomaret dan Alfamaret ditutup bagaimana nasib pemegang franchise Indomaret, Alfamaret yang notabene pengusaha UMKM? Bagaimana dan kemana karyawannya yang rakyat kecil mencari pekerjaan? Mereka kan juga rakyat kecil yang mungkin juga tetangga atau saudara kita?

Dengarkan dan pertimbangkan kritik, saran dan masukan dari para pakar dan masyarakat.
Lakukan perbaikan. Jangan terburu-buru hanya mengejar target. Lakukan perencanaan yang baik.

Aja mbudeg. Mengko mundak budeg temenan. Aja micek. Mengko mundak picek tenanan. Aja nggomblohi, mengko dadi pekok tenan. Aja serampangan, mengko mundak didukani Pangeran.

Jangan pura-pura tuli. Nanti jadi tuli beneran. Jangan pura-pura buta nanti buta beneran . Jangan pura-pura bodoh, nanti jadi bodoh beneran. Memimpin jangan membabi buta. Nanti dimurkai Tuhan.

Dengarkan kritik, saran serta masukan para pakar dan masyarakat.

Vox Populi vox Dei. Suara rakyat suara Tuhan.

Ini tidak hanya berlaku ketika hari Pemilu dan Pilpres. Ini berlaku setiap hari.

Dengarkan suara Tuhan, melalui suara rakyat setiap hari.

Sigit Pramono

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.