Highlights:
- Covid-19 varian baru benama Cicada (kode BA.3.2) kabarnya mulai muncul di sejumlah negara. Kementerian Kesehatan memastikan, di Indonesia varian tersebut belum terdeteksi. Gejalanya juga serupa dengan gejala dari varian Covid sebelumnya.
- Gejala varian Cicada relatif sama dengan varian lain. Antara lain, sakit tenggorokan, demam dan menggigil, batuk, kelelahan, nyeri tubuh, dan hidung tersumbat. Mirip seperti flu biasa.
- Untuk menghindari semua varian Covid, Kemenkes menyarankan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menjaga asupan gizi, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat publik.
Jakarta – Covid-19 varian baru benama Cicada (kode BA.3.2) kabarnya mulai muncul di beberapa negara. Kementerian Kesehatan memastikan, di Indonesia varian tersebut belum terdeteksi. Gejalanya juga gitu-gitu aja.
“Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman kepada media, Rabu (1/4).
Saat ini, Covid-19 di Indonesia baru ada tiga varian, yakni XFG (57%), LF.7 (29%) dan XFG 3.4.3 (14%). Ketiga tergolong berisiko rendah. “Masyarakat jangan panik, namun tetap jaga kewaspadaan,” saran Aji.
Gejala varian Cicada relatif sama dengan varian lain. Antara lain, sakit tenggorokan, demam dan menggigil, batuk, kelelahan, nyeri tubuh, dan hidung tersumbat. Mirip seperti flu biasa. Jadi, ndak perlu cemas.
Memang, dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami sakit kepala, mual ringan, hingga sesak napas. Namun, tidak terlalu membahayakan.
Untuk menghindari semua varian Covid, Kemenkes menyarankan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menjaga asupan gizi, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat publik. DW


