Unjuk Kinerja Ekselen, 61 BUMN Sabet Penghargaan The Best SOE 2026 dari The Asian Post
Highlight:
- Sebanyak 61 BUMN meraih penghargaan The Best SOE 2026 dari The Asian Post atas kinerja berpredikat Sangat Bagus.
- Penghargaan diberikan berdasarkan rating terhadap 160 BUMN dengan mengacu pada kinerja keuangan periode 2024–2025.
- Ajang Indonesia Collaborative Forum & Awarding 2026 turut membahas peran keuangan syariah dan pengembangan pusat finansial internasional.
Jakarta— Sebanyak 61 dari 160 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dirating dinobatkan sebagai BUMN terbaik tahun 2026 dan dianugerahi penghargaan “The Best State-Owned Enterprise (SOE) 2026” oleh The Asian Post — member of Infobank Media Group.
Penghargaan diberikan pada ajang “Indonesia Collaborative Forum & Awarding 2026” di Ballroom B-C, Shangri-La Hotel Jakarta, pada 8 Oktober 2026.
Pemberian penghargaan “The Best State Owned Enterprise (SOE) 2026” didasarkan pada hasil kajian bertajuk “Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2026” yang dikeluarkan oleh The Asian Post Research.
Rating diolah berdasarkan kinerja keuangan BUMN tahun 2024–2025 dan dikelompokkan dalam tiga cluster, yakni BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, dan anak perusahaan BUMN.
Hasil rating menunjukkan, dari 160 BUMN yang dirating, sebanyak 61 perusahaan berhasil mendapat predikat kinerja “Sangat Bagus”.
Ke-61 inilah yang dianugerahi penghargaan “The Best State-Owned Enterprise (SOE) 2026”.
“Mereka layak menerima penghargaan atas raihan kinerja terbaiknya di tahun 2025, di tengah tantangan fluktuasi ekonomi global, pelemahan daya beli, dan setahun transisi BUMN di bawah kelolaan BPI Danantara,” ujar Karnoto Mohamad, Editor in Chief The Asian Post, saat memberikan sambutan.
Acara “Indonesia Collaborative Forum & Awarding 2026” bertema “Collaborative and Strategic Leadership for Prosperity and Self-Reliance” diawali dengan Opening Speech oleh Bob T. Ananta, Wadirut BSI sekaligus Ketua 1 Bidang Bisnis Asbisindo.
Dilanjutkan panel diskusi oleh Muliaman D. Hadad, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara dan KH Sholahudin Al Aiyub, Direktur Eksekutif KNEKS.
Sesi panel diskusi menjadi makin berbobot saat Muliaman D. Hadad membedah instrumen pasar keuangan strategis yang siap dipacu melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Ia menggarisbawahi bahwa penerbitan sukuk menjadi salah satu instrumen utama di PFII untuk menyerap dana investor global guna membiayai proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan nasional.
Selain sukuk, kawasan finansial yang akan dikembangkan di Jakarta dan Bali ini diproyeksikan menampung instrumen offshore seperti exchange traded fund (ETF), aset digital, hingga tokenisasi dengan target aset perusahaan melampaui 80 miliar dolar AS pada 2035.
“Apa yang diperjualbelikan di sana? Sukuk. Jadi disediakan sukuk, investor masuk beli sukuk,” ujarnya, dalam panel diskusi dengan tema “Peran Keuangan Syariah dalam Mendukung Pemerataan Ekonomi dan Ketahanan Nasional” yang diselenggarakan Infobank Media Group, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
“Ini adalah satu bidang atau satu tempat pengabdian yang menurut saya sangat terbuka luas bagi generasi muda Indonesia. Terutama mungkin bagi ekonomi syariah, Islamic Finance betul-betul diharapkan bisa menjadi tulang punggung penting,” katanya.
Muliaman menegaskan, pengembangan PFII dan Islamic Finance perlu ditopang prinsip keuangan yang jujur, transparan, dan berkeadilan.
“Karena Islamic Finance krusialnya adalah jujur, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.
Puncak acara diisi dengan Inspirational Speech oleh Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Ph.D., Guru Besar Kementerian Pertahanan & Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Energi, serta Launching Buku “The Hope of Collaborative Leadership; Membangun Hubungan Sipil dan Militer Dalam Mendukung Pertahanan Negara” karya Dr. Taufiq Shobri, M.Han.
Perhelatan ini terselenggara berkat dukungan oleh para sponsor, yakni MAXIMUS INSURANCE, Bank Mandiri, BRI (Bank Rakyat Indonesia), PNM (Permodalan Nasional Madani), SAW (Sapujagad Artha Wijaya), Jamkrindo, TRIPA Syariah, Bank Aladin Syariah, BSI (Bank Syariah Indonesia), Bank Mandiri Taspen, Bank Sulselbar Syariah, BPRS Bahari Berkesan, BANK DINAR, JASA RAHARJA, PaninDai-ichiLife, BRI Finance, CIMB NIAGA Syariah, BNI Life, BRI Life, Jamkrindo Syariah, Bank Nagari, Permata Bank, BANK JAMBI Syariah, Taspen Life, Tugu Insurance, BANK KALBAR, ASKRINDO, KTW, dan SOMPO Syariah, Surveyor Indonesia (*) RAL

