Ekonomi Stabil, Pasar Perkantoran Jakarta Catat Net Take-Up Positif di Kuartal III-2026

Highlights:

  • Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia yang tangguh berhasil memberikan katalis positif bagi sektor properti, khususnya pasar perkantoran di ibu kota.
  • CBRE Indonesia melaporkan bahwa tingkat keterisian (occupancy rate) ruang kantor di Central Business District (CBD) Jakarta merangkak naik menyentuh angka di atas 76% pada Kuartal III-2026.
  • Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, penyerapan bersih (net take-up) di area CBD mencapai 22.000 meter persegi, berbanding lurus dengan di luar CBD (Non-CBD) yang mencatat penyerapan 21.000 meter persegi.

AP HEADER

Jakarta – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia yang tangguh berhasil memberikan katalis positif bagi sektor properti, khususnya pasar perkantoran di ibu kota. CBRE Indonesia melaporkan bahwa tingkat keterisian (occupancy rate) ruang kantor di Central Business District (CBD) Jakarta merangkak naik menyentuh angka di atas 76% pada Kuartal III-2026.

Tren pemulihan ini dipaparkan langsung oleh Head of Research and Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, dalam acara Jakarta Property Market and Trends Q3 2026 yang digelar oleh CBRE Indonesia di Kantor CBRE Indonesia, World Trade Centre 3, Jakarta, pada Rabu (28/10). Anton menjelaskan bahwa stabilitas makroekonomi menjadi motor utama penggerak sektor ini.

“Ekonomi kita di tahun 2026 masih sangat bagus. Kuartal I tumbuh 5,6%, dan kuartal II di angka 5,3%. Inflasi juga turun ke level 3,28% dengan suku bunga yang stabil. Hal ini mendorong realisasi investasi naik 7,3% secara year-on-year, yang pada akhirnya mendongkrak kebutuhan ruang ekspansi bisnis,” ujar Anton.

Lebih lanjut, Anton memaparkan fenomena flight to quality yang semakin masif. Perusahaan-perusahaan memanfaatkan momentum harga yang masih bersahabat untuk memindahkan kantor mereka ke gedung-gedung dengan grade Premium dan Grade A.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, penyerapan bersih (net take-up) di area CBD mencapai 22.000 meter persegi, berbanding lurus dengan di luar CBD (Non-CBD) yang mencatat penyerapan 21.000 meter persegi.

“Kita melihat gedung-gedung baru dengan grade premium mulai menaikkan harga sewanya karena okupansi mereka sudah mulai naik. Tenan kini mencari gedung dengan spesifikasi yang lebih ramah lingkungan, fasilitas penunjang yang lengkap, serta desain modern yang adaptif,” tambahnya.

Sejalan dengan tren tersebut, Managing Director CBRE Indonesia, Angela Wibawa, turut menegaskan bahwa kebutuhan akan ruang kerja yang mumpuni sangat esensial untuk retensi karyawan. Hal ini dibuktikan dengan peresmian kantor baru CBRE yang mengusung konsep One Vision, One Workplace.

“Sebagai perusahaan konsultan properti, kami ingin memberikan showcase langsung. Kantor ini didesain end-to-end oleh tim CBRE untuk membuktikan bahwa ruang kerja yang baik akan memaksimalkan produktivitas dan menjadi nilai tambah yang diminati oleh karyawan saat ini,” pungkas Angela. JOS

Editor: SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.