Menjaga Resiliensi di Akar Grassroot, PNM Raih Penghargaan Golden Champion SEO Subsidiary dari The Asian Post

Highlight:

  • PNM meraih penghargaan Golden Champion SEO Subsidiary dari The Asian Post berkat konsistensi kinerja keuangan terbaik selama lima tahun berturut-turut.
  • Total aset PNM bersama entitas anak tumbuh menjadi Rp57,01 triliun pada 2025 yang disokong oleh penyaluran pinjaman sebesar Rp44,74 triliun.
  • Penguatan struktur modal terlihat dari kenaikan ekuitas menjadi Rp11,66 triliun serta perolehan laba bersih yang menembus Rp1,11 triliun.

AP HEADER

Jakarta- Di balik denyut nadi jutaan perempuan pengusaha mikro di pelosok Nusantara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus memperkuat rekam jejak bisnisnya dengan sangat solid.

Ketangguhan perseroan dalam menggerakkan roda ekonomi arus bawah kini membuahkan pengakuan bergengsi tingkat regional.

Langkah konsisten PNM dalam menjaga rapor keuangan tetap hijau di tengah dinamika ekonomi nasional akhirnya diganjar penghargaan bertajuk “The Asian Post Best State-Owned Enterprise 2026”.

Ajang apresiasi yang diinisiasi oleh The Asian Post, anggota dari Infobank Media Group, tersebut berlangsung khidmat di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Direktur Utama PNM Kindaris menerima penghargaan dari Wakil Pimpinan Redaksi Infobank Media Group Kanoto Mohamad. Perseroan resmi memboyong predikat kehormatan Golden Champion State-Owned Enterprise Subsidiary with Consistent Excellent Performance For 5 Consecutive Years (2022-2026).

Penghargaan berkelas ini didasarkan pada penilaian Biro Riset Infobank (birI) berbasis kajian mendalam terhadap laporan keuangan tahun 2025, yang dipadukan ke dalam Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2026.

Riset tersebut memotret secara tajam seluruh potret kinerja BUMN, anak usaha, hingga perusahaan negara di bawah Kementerian Keuangan.

Hasilnya tergolong selektif, sebab hanya sebagian kecil entitas yang sanggup mengamankan predikat “Sangat Bagus”, sementara banyak perusahaan lain masih tertatih menghadapi persoalan arus kas, solvabilitas, dan tekanan profitabilitas.

Dari 49 BUMN yang dinilai, hanya 20 perusahaan yang berhasil menembus kategori “Sangat Bagus”. Sementara pada kelompok anak usaha BUMN yang dihuni 79 entitas, PNM berhasil masuk dalam jajaran 37 perusahaan terpilih yang meraih predikat serupa.

Adapun dari enam perusahaan pelat merah di bawah naungan Kementerian Keuangan, empat di antaranya sukses menyabet predikat tertinggi tersebut.

Pijakan Modal Kokoh Pacu Pembiayaan

Keberhasilan PNM mempertahankan predikat ekselen selama lima tahun beruntun berkelindan erat dengan portofolio keuangannya yang terus membesar.

Konsistensi perseroan dalam menyalurkan pembiayaan berbuah pada lompatan total aset PNM beserta entitas anak hingga menyentuh Rp57,01 triliun pada 2025. Angka ini merangkak naik secara meyakinkan jika dibandingkan dengan raihan posisi 2024 yang berada di level Rp55,36 triliun.

Penopang utama struktur aset perseroan masih didominasi oleh pos pinjaman yang disalurkan kepada masyarakat, yakni mencapai Rp44,74 triliun pada 2025 atau meningkat dari posisi sebelumnya Rp43,59 triliun.

Di saat yang sama, pembiayaan modal ikut merangkak naik menjadi Rp1,69 triliun dari angka Rp1,43 triliun pada tahun 2024. Ekspansi pembiayaan yang terukur ini membuktikan bahwa daya serap sektor usaha mikro terhadap permodalan PNM tetap berada pada tren yang sangat tinggi.

Pertumbuhan sisi aktiva tersebut beriringan dengan postur liabilitas yang tercatat sebesar Rp45,34 triliun.

Menariknya, daya tahan finansial PNM makin tebal berkat lonjakan ekuitas menjadi Rp11,66 triliun pada 2025, naik signifikan dibanding posisi Rp10,55 triliun pada tahun sebelumnya.

Penguatan ekuitas ini menjadi sinyal positif bahwa benteng permodalan perseroan sangat siap menahan guncangan risiko bisnis di masa depan.

Kesehatan finansial yang terjaga ini makin lengkap dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun sepanjang 2025, yang disokong oleh perolehan pendapatan bunga dan syariah fantastis mencapai Rp15,78 triliun.

Perseroan juga mencatatkan efektivitas pemulihan aset lewat penerimaan kembali atas aset yang dihapusbukan sebesar Rp882,01 miliar, melonjak tajam dari Rp621,5 miliar pada 2024.

Pencapaian ini menegaskan bahwa PNM tak hanya mahir memperluas jangkauan pembiayaan, tetapi juga sangat piawai mengelola kualitas aset dan efisiensi penagihan. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.