KrediOne Cetak Prestasi di Digital Brand Awards 2026 Lewat Inovasi AI dan Perlindungan Konsumen

Highlight:

  • KrediOne meraih Digital Brand Awards 2026 di kategori fintech P2P Lending berkat penguatan branding digital, inovasi teknologi AI, dan GCG.
  • KrediOne mengembangkan layanan pinjaman daring berbasis AI, big data, dan machine learning untuk meningkatkan credit scoring, risk assessment, dan pengalaman pelanggan.
  • KrediOne memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat underserved, underbanked, serta UMKM dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen dan kepatuhan regulasi.

AP HEADER

Jakarta- Di tengah persaingan industri pinjaman daring yang semakin kompetitif, KrediOne berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu fintech yang fokus membangun pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Perusahaan baru-baru ini meraih penghargaan Digital Brand Awards 2026 untuk kategori fintech peer to peer lending atau pinjaman daring (pindar).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan KrediOne dalam menjaga reputasi digital, memperkuat kepercayaan publik, serta menghadirkan layanan pembiayaan berbasis teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain menjadi bukti atas kekuatan branding perusahaan di ruang digital, pengakuan ini juga mencerminkan konsistensi KrediOne dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, perlindungan konsumen, dan kepatuhan terhadap regulasi industri keuangan digital.

Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. Pengakuan ini juga memberikan fakta atas integritas bisnis yang dibangun KrediOne di tengah dinamika industri fintech yang terus berkembang.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi yang didedikasikan kepada seluruh tim KrediOne. Bagi kami, membangun brand bukan sekadar meningkatkan visibilitas perusahaan, tetapi bagaimana menghadirkan kepercayaan melalui konsistensi layanan, integritas bisnis, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen dalam melindungi konsumen,” ujar Kuseryansyah dalam siaran pers, dikutip Senin (25/5/2026).

Menurutnya, masa depan industri pinjaman daring tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan layanan dan kemudahan akses. Industri juga dituntut memperkuat governance, menjaga integritas, dan memastikan keberlanjutan ekosistem keuangan digital.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan industri pinjaman daring ke depan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dan kemudahan, tetapi juga oleh integritas, penerapan governance yang kuat, serta keberpihakan terhadap kepentingan pelanggan dan keberlanjutan ekosistem industri,” tambahnya.

Dalam mendukung transformasi bisnis, KrediOne terus mengembangkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), big data, dan machine learning.

Teknologi itu digunakan untuk meningkatkan efektivitas credit scoring, memperkuat proses risk assessment, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih optimal dan aman.

Jangkau Masyarakat yang Belum Terlayani

Selain fokus pada pengembangan teknologi, perusahaan juga aktif menjalankan program literasi dan inklusi keuangan.

Edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penggunaan layanan pinjaman daring legal secara bijak dan bertanggung jawab. Hal ini sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap praktik pinjaman online ilegal.

Ke depan, KrediOne menargetkan perluasan akses pembiayaan bagi segmen underserved dan underbanked. Termasuk pelaku UMKM yang masih membutuhkan dukungan pembiayaan produktif.

Perusahaan juga berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis bersama regulator dan berbagai mitra dalam ekosistem keuangan digital guna menjaga pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Digital Brand Awards 2026 yang diselenggarakan InfoBank bersama Isentia menggunakan metodologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memetakan sentimen publik terhadap perusahaan dan produk digital.

Analisis dilakukan secara real time dengan mengukur statistik percakapan, tren reputasi, hingga respons publik terhadap brand di ruang digital. (*) RAL

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.