Mantan Direktur BRI Ungkap Kesuksesan Agen BRILink, Ternyata Ini Pendorongnya

Highlights:

  • Mantan bankir profesional, Osbal Saragi Rumahorbo mengungkapkan kisah sukses agen BRILink sebagai salah satu bentuk branchless banking di Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Branchless Banking dan Rahasia Sukses Agen Bank di Indonesia”.
  • Dari penelitian yang ia lakukan terhadap agen BRILink, terungkap bahwa agen BRILink memiliki militansi yang sangat kuat dalam menjangkau calon konsumen. Militansi yang ia sebut melebihi karyawan BRI pada umumnya itu, juga didasarkan pada budaya customer focus yang kuat.
  • Dari penelitian yang ia lakukan, terlihat juga bahwa sustainability dari agen BRILink itu ditopang oleh jiwa entrepreneurship yang kuat.

AP HEADER

Jakarta – Mantan bankir profesional, Osbal Saragi Rumahorbo mengungkapkan kisah sukses agen BRILink sebagai salah satu bentuk branchless banking di Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Branchless Banking dan Rahasia Sukses Agen Bank di Indonesia”.

Osbal yang juga adalah mantan Direktur Jaringan dan Layanan BRI pada 2019 lalu ini, menjadikan agen BRILink sebagai objek penelitian dan contoh salah satu keberhasilan konsep branchless banking di Indonesia dalam buku yang diluncurkan hari ini, Jumat (22/5) pada rangkaian acara “15th Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026” di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Osbal menyatakan, hingga akhir 2025, sekitar 1.200.000 agen BRI menjadi mesin baru untuk menghasilkan pendapatan fee base income dan dana murah BRI. Lewat BRILink ini, BRI dapat menekan biaya operasional dan menghemat biaya pembukaan jaringan kantor diganti dengan layanan agen BRILink.

Sementara fee base income yang didapat lewat agen BRILink mencapai Rp1,7 triliun pada 2025, yang menjadikannya pembuka jaringan layanan utama dalam memperbesar customer base BRI yang mayoritas berasal dari sektor UMKM.

“Bahkan, hari ini agen BRILink itu, pelaku agennya, ada yang sudah mendapatkan gaji Rp90 juta per bulan. Jadi, jika kita lihat agen BRILink ini, sudah sama mungkin dengan seorang kepala divisi di sebuah perbankan,” ucap Osbal dalam acara peluncuran buku ini.

Dari penelitian yang ia lakukan terhadap agen BRILink, terungkap bahwa agen BRILink memiliki militansi yang sangat kuat dalam menjangkau calon konsumen. Militansi yang ia sebut melebihi karyawan BRI pada umumnya itu, juga didasarkan pada budaya customer focus yang kuat.

“Jadi, kalau kita melihat seringkali agen BRILink atau apapun usahanya, 2 tahun dia bagus setelah itu tidak kelihatan lagi, bahkan namanya pun sudah tidak ada, itu karena mereka tidak memperhatikan customer focus,” jelas Osbal.

Selain itu, dari penelitian yang ia lakukan, terlihat juga bahwa sustainability dari agen BRILink itu ditopang oleh jiwa entrepreneurship yang kuat.

Ia katakan, militansi yang dimoderasi experience tidak berpengaruh signifikan terhadap sustainability dibandingkan strategic entrepreneurship yang dimoderasi oleh experience yang lebih berpengaruh signifikan terhadap sustainability suatu usaha.

“Itu penting, modal penting. Tapi ingin disampaikan oleh temuan ini apa? Apapun usahanya, apapun produknya tidak akan laku kalau tidak memperhatikan kebutuhan daripada pelanggan,” tegas Osbal. SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.