Maling Teriak Maling! Fitnah Iran Serang Kilang Minyak Aramco, Ternyata AS Pelakunya
Jakarta— Ini gila. Perang Amerika Serikat (AS) – Israel Vs Iran ternyata tak hanya perang fisik dengan saling lontar senjata andalan. AS – Israel juga menggunakan “taktik Dajjal”: memfitnah Iran untuk mengadu domba dengan Arab Saudi.
Hal ini terbongkar pasca-serangan ke kilang minyak terbesar milik Kerajaan Arab Saudi: Aramco.
Publik dan analis awalnya mengira yang melakukan serangan adalah Israel.
Apalagi, sebelumnya Iran melakukan serangan ke pangkalan militer AS di beberapa negara kawasan Teluk, termasuk di Saudi.Ternyata, kedoknya kebongkar. Pelakunya adalah AS dan Israel.
Mereka menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan Iran, termasuk menggunakan taktik adu-domba ala Dajjal.
Wakil Menlu Iran, Majid Takht-Revanchi, menegungkapkan, Iran sama sekali tidak menyerang kilang minyak Aramco.
Tindakan tersebut justru dilalukan oleh AS yang “maling teriak maling”.
Menurut Iran, pelakunya adalah Israel dan AS. Mereka menyerang Aramco menggunakan drone dari pangkalan militer di negara-negara Arab ke wilayah sipil.
Tujuan jelas: mengadu domba negara-negara Arab agar menyerang Iran dan memicu konflik antarnegara muslim. Damn!
“Serangan terhadap Aramco adalah operasi false flag (bendera palsu) Israel.
Tujuannya untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan Israel menyerang lokasi sipil di Iran yang menewaskan 190 siswi SD dan ratusan warga sipil lainnya,” ungkap Majid Takht-Revanchi, seperti dikutip The Asian Post, Rabu (4/3).
Iran mengaku, memang menargetkan semua kepentingan, instalasi, dan fasilitas militer AS dan Israel di kawasan. Hampir semua negara di kawasan Teluk sudah diserang, karena di situlah orang AS, Israel, dan anteknya berkoordinasi.
“Namun, kilang minyak Aramco tidak termasuk target serangan Iran,” tegasnya.
Iran menduga, AS dan Israel menggunakan drone Lucas untuk menyerang Aramco. Drone Lucas merupakan tiruan drone kamikaze Iran Shahed‑136 yang dikembangkan melalui reverse engineering (rekayasa balik) dari drone Shahed yang berhasil dirampas.
Hal ini diakui oleh Komando Pusat AS (Centcom). Mereka mengaku menggunakan Lucas dalam Operation Epic Fury saat menyerang Iran. AS dan Israel memang brengsek! (DW)


