Duh! Usai KPK Geledah Djarum Kudus, Ramai di Threads BCA Mau Dikokop YTTA, DBS Jadi Penyelamat?
Highlight:
- Penggeledahan PT Djarum dan Kantor Bea Cukai Kudus oleh KPK memicu spekulasi netizen di Threads terkait isu pengambilalihan BCA.
- Isu BCA menjadi target hostile takeover oleh sosok yang dijuluki YTTA melebar ke rumor merger BCA dengan DBS.
- Rumor merger BCA dan DBS belum terkonfirmasi, meski saham BBCA naik 6,78% pada perdagangan Rabu (28/10).
Jakarta— Sepanjang hari kemarin hingga pagi ini, platform Threads dibanjiri berita penggeledahan PT Djarum dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Jawa Tengah, Rabu (28/10/202) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara terkait bea dan cukai, dengan menerbitkan sprindik baru per Oktober 2026,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan.
Yang membuat netizen heran, sebetulnya ini kasus lama, yang muncul kembali seiring dengan isu rencana pencaplokan paksa (hostile takeover) BCA oleh YTTA, akronim “Yang Tahu-Tahu Aja” yang oleh netizen dipakai untuk menyebut sosok Haji Isam.
Seperti beredar luas di publik, pasca pembelian saham Byan Resources Tbk oleh Haji Isam, BCA diisukan menjadi target berikutnya.
Meski berbagai pihak membantah, isu ini tetap menggelinding, karena rencana pencaplokan Byan awalnya juga dibantah.
Penggeledahan PT Djarum di Kudus oleh netizen pun langsung dikaitkan dengan upaya “mengokop” (baca: mengakuisisi) BCA.
“PT Djarum digeledah KPK. Haji Isam siap Kokop BCA,” tulis @kabinet.gembrot dalam postingannya, Rabu (28/10) malam.
Maklum, Ultimate Beneficiary Owner (pemilik manfaat akhir) BCA adalah Robert Budi Hartono, pemegang 55% saham, yang juga pemilik Djarum.
Isu ini pun melebar ke isu berikutnya yang tak kalah seksi: rencana merger BCA dengan DBS.
Isu yang membuat saham BBCA melompat 6,78% pada perdagangan Rabu (28/10) kemarin itu diindikasi sebagai exit way dari kokopan YTTA.
“Benar atau gimana sih terkait ada info BCA mau merging sama DBS,” @tanahmad.gazali di akun Treads-nya, sambil bertanya ke meta.ai.
Dia mengaitkan isu tersebut dengan kabar hostile takeover BCA oleh YTTA, dan plan BCA untuk menyelamatkan diri, yakni dengan melakukan merger dengan DBS, bank milik Temasek Holding.Meski ramai di Threads, kabar tersebut masih sumir, dan belum ada konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut. (DW)

