IPSC Sentul, Simbol Kebanggaan dan Mahakarya Sinergi Sipil-Militer RI di Mata Dunia

Highlights:

  • Kompleks Indonesian Peace and Security Center (IPSC) yang berlokasi di Sentul, Jawa Barat, kini berdiri megah sebagai bukti nyata keberhasilan integrasi penanganan keamanan nasional secara holistik.
  • Kawasan IPSC bukan sekadar markas militer biasa, melainkan pusat integrasi berbagai instansi yang menangani ragam ancaman, mulai dari terorisme hingga bencana alam.
  • Sebuah mahakarya di Sentul tersebut adalah buah manis dari stabilitas ekonomi (sipil) yang menyokong kuat postur keamanan (militer).

AP HEADER

Jakarta– Tidak banyak yang menyadari bahwa Indonesia memiliki sebuah kompleks strategis berkelas dunia yang menjadi episentrum kolaborasi sipil dan militer. Kompleks Indonesian Peace and Security Center (IPSC) yang berlokasi di Sentul, Jawa Barat, kini berdiri megah sebagai bukti nyata keberhasilan integrasi penanganan keamanan nasional secara holistik.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Menteri Pertahanan yang saat ini menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro dalam acara “Indonesia Collaborative Forum 2026: Collaborative and Strategic Leadership for Prosperity and Self-Reliance” yang diadakan Infobank Media Group di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Purnomo menyebut IPSC sebagai refleksi hubungan sipil-militer yang berjalan sangat harmonis di Indonesia.

“Pembangunan IPSC Peace and Security Center di Sentul, itu adalah cerminan refleksi dari hubungan sipil-militer yang sangat baik sekali,” ungkap Purnomo.

Kawasan IPSC bukan sekadar markas militer biasa, melainkan pusat integrasi berbagai instansi yang menangani ragam ancaman, mulai dari terorisme hingga bencana alam.

“Di situ ada BNPT untuk penanggulangan terorisme, ada Standby Force untuk penanggulangan bencana, ada pusat bahasa, dan pusat misi pasukan perdamaian,” rincinya.

Lebih jauh, Purnomo menceritakan kilas balik bagaimana Indonesia mampu bangkit dari krisis multi-dimensi. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1998, Indonesia dihantam badai krisis ekonomi hebat. Namun, berkat ketahanan nasional yang teruji, ketika krisis ekonomi global kembali terjadi pada tahun 2008/2009, Indonesia justru mampu mencatat pertumbuhan yang positif.

“Dari anggaran yang mulai membaik itu, kemudian kita kembangkan kekuatan pertahanan kita. Dan inilah yang spektakuler, pembangunan IPSC,” pungkas Purnomo, menegaskan bahwa mahakarya di Sentul tersebut adalah buah manis dari stabilitas ekonomi (sipil) yang menyokong kuat postur keamanan (militer). JOS

Editor: SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.