PBSI Kasih Hadiah Miliaran Rupiah dan Jam Tangan Mewah bagi Segenap Tim Bulutangkis RI atas Raihan 6 Medali Asian Games 2026
Highlights:
- Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada seluruh atlet, pelatih, serta sejumlah jajaran pengurus dan panitia yang ikut terlibat langsung dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
- Di samping uang tunai, para atlet dan semua jajaran pelatih serta official yang ikut dalam ajang Asian Games di Jepang, itu juga diberikan apresiasi berupa jam tangan mewah dari brand Regan Harney.
- Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) sebagai atlet tunggal putra yang turut ikut berkompetisi di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengatakan bila ia senang dan bersyukur bisa mendapatkan apresiasi uang tunai tersebut.
Jakarta – Tim bulutangkis Indonesia sukses meraih prestasi gemilang di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hal ini dibuktikan dengan raihan enam medali oleh tim bulutangkis RI dari ajang tersebut.
Keenam medali itu terdiri atas dua medali emas pada sektor beregu putra dan ganda putra (Leo Rolly Camando dan Daniel Marthin); satu medali perak di sektor ganda campuran (Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah); serta tiga medali perunggu dari sektor beregu putri, tunggal putra (Alwi Farhan), dan ganda putra (Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri).
Dengan diraihnya prestasi tersebut, hari ini, Rabu (7/10/2026), Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada seluruh atlet, pelatih, serta sejumlah jajaran pengurus dan panitia yang ikut terlibat langsung dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Apresiasi berupa uang tunai itu diberikan dengan besaran berbeda untuk setiap sektor, antara lain Rp2 miliar untuk sektor beregu putra yang meraih medali emas, Rp500 juta untuk sektor beregu putri yang meraih medali perunggu, Rp1 miliar untuk sektor ganda putra yang meraih medali emas (Leo Rolly Camando dan Daniel Marthin), Rp500 juta untuk sektor ganda campuran yang meraih medali perak (Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah), Rp250 juta untuk sektor tunggal putra peraih medali perunggu (Alwi Farhan), serta Rp250 juta untuk sektor ganda putra peraih medali perunggu (Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri).
Lalu, masih ada apresiasi uang tunai untuk jajaran pelatih dengan nilai beragam dari Rp30 juta sampai Rp50 juta. Serta, jajaran panitia dan tim medis (fisioterapi, sport recovery, dll) dengan besaran bervariasi dari Rp10 juta sampai Rp20 juta.
Di samping uang tunai, para atlet dan semua jajaran pelatih serta official yang ikut dalam ajang Asian Games di Jepang, itu juga diberikan apresiasi berupa jam tangan mewah dari brand Regan Harney.
Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menyatakan jika pihaknya bangga atas raihan prestasi segenap tim yang ikut berpartisipasi langsung dalam mengantarkan tim bulutangkis Indonesia meraih 6 medali di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
“Tapi yang ingin kami apresiasi bukan hanya mereka yang berdiri di podium. Ada para pelatih, tim performa, official, staff, dan karyawan pelatnas. Serta, banyak orang yang bekerja di belakang layar. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama,” ujar Fadhil dalam acara Syukuran dan Apresiasi Tim Bulutangkis Indonesia atas Raihan Medali Asian Games 2026 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Fadhil juga mengimbau agar segenap tim bulutangkis Indonesia untuk tidak cepat merasa puas dengan raihan prestasi di ajang Asian Games tersebut. Dimana, ada tujuan besar di depan mata, yaitu Olimpiade Los Angeles 2028.
“Masih banyak yang harus kita evaluasi dan perbaiki. Perjalanan kita masih panjang. Dan tujuan besarnya tetap sama, membangun prestasi yang konsisten menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” ucapnya.
“Pokoknya semua kita apresiasi. Bukan nilai uangnya, tapi itu wujud perhatian kita, PBSI kepada semuanya. Mulai dari tim yang mendukung di balik layar dan anak-anak yang bertempur, serta pelatih yang tentunya mendampingi adik-adik,” tegasnya lagi.
Di satu sisi, Moh Zaki Ubaidillah (Ubed) sebagai atlet tunggal putra yang turut ikut berkompetisi di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengatakan bila ia senang dan bersyukur bisa mendapatkan apresiasi uang tunai tersebut.
Ia juga mengungkapkan bila fresh money tersebut akan ia berikan untuk keluarganya di Madura, serta untuk pembangunan GOR di sana.
“Mungkin kalau dapat apresiasi, fresh money gitu, saya kadang kasih ke orang tua saya lah. Saya juga bikin GOR juga sih di rumah (Madura) buat investasi juga lah,” sebut Ubed. SW

