Fundamental Kokoh, UUS Permata Bank Sabet Infobank Sharia Award 2026

Highlight:

  • UUS Permata Bank kembali meraih Infobank Sharia Award 2026 dengan predikat “sangat bagus”.
  • Pembiayaan UUS Permata Bank mencapai Rp23,8 triliun dengan NPF gross terjaga di 1,19%.
  • Laba UUS Permata Bank melonjak 160,6% menjadi Rp1 triliun sepanjang 2025.

AP HEADER

Kesuksesan dalam mempertahankan kinerja positif pada 2025 berasal dari fundamental UUS yang kokoh dan stabil, serta mengutamakan pertumbuhan berkelanjutan.

Atas dasar ini, UUS Permata Bank teramat layak untuk kembali menerima penghargaan Infobank Sharia Award 2026.MOMENTUM pertumbuhan Unit Usaha Syariah (UUS) milik Permata Bank masih berjalan stabil. Tahun 2025 lalu, UUS Permata Bank berhasil menjaga kinerja dengan baik.

Fundamental yang kokoh menjadi kunci ekspansi UUS, utamanya di tengah perkembangan pasar syariah Tanah Air.Di periode tersebut, UUS Permata Bank mampu mencatat kinerja intermediasi solid.

Aset berada di posisi Rp36,8 triliun, salah satunya ditopang penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp23,8 triliun.

Direktur Keuangan dan UUS Permata Bank Rudy Basyir Ahmad menjelaskan, UUS sadar betul akan kondisi perekonomian Indonesia yang tergolong dinamis.

Untuk itu, pencapaian pembiayaan tidak hanya dilihat dari sisi peningkatan volume. Justru, kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan menjadi aspek yang diutamakan UUS.

Prinsip kehati-hatian tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses ekspansi pembiayaan.

“Kami menerapkan pendekatan yang selektif dalam menyalurkan pembiayaan dengan mempertimbangkan profil risiko, kemampuan dan prospek usaha nasabah, serta karakteristik masing-masing sektor dan segmen. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan pembiayaan diharapkan dapat berjalan secara sehat sekaligus menjaga kualitas aset dan profil risiko UUS,” sebut Rudy.

Manajemen menerapkan pendekatan yang selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Profil risiko, kemampuan dan prospek usaha nasabah, serta karakteristik sektor maupun segmen menjadi sejumlah aspek yang menjadi perhatian ketika hendak memberikan pembiayaan. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan pembiayaan diharapkan dapat berjalan secara sehat sekaligus menjaga kualitas aset dan profil risiko UUS.

Hasilnya bisa dilihat dari non-performing financing (NPF) gross UUS yang berada di angka 1,19%, turun 20 basis poin (bps) dari periode tahun 2024.

Rasio NPF-gross ini menjadi bukti kemampuan manajemen dalam memelihara kualitas aset, sekaligus menjaga ketahanan dan kesehatan bisnis.

Manajemen ingin pembiayaan yang UUS salurkan berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis jangka panjang. Pun halnya dengan proses penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

UUS senantiasa mendorong peningkatan kualitas DPK, supaya perusahaan bisa menyalurkan pendanaan yang sehat, menjaga kualitas aset, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah dan ekosistem syariah. Bagi UUS, struktur funding ini menjadi fondasi penting untuk mendukung ekspansi pembiayaan secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Hasilnya, UUS Permata Bank menutup tahun 2025 dengan DPK sebesar Rp26,9 triliun. Kondisi likuiditas UUS yang ample juga bisa dilihat dari financing to deposit ratio (FDR) sebesar 88,32%.

Dalam proses menjaring DPK, peningkatan Current Account Savings Account (CASA) atau dana murah menjadi salah satu strategi yang UUS terapkan untuk menjaga kualitas pendanaan. Di periode tersebut, rasio CASA UUS berada di posisi 73,6% dari total DPK, naik 13,4% dari tahun 2024.

Peningkatan CASA ini merupakan buah keberhasilan UUS Permata Bank dalam mendengarkan kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi keuangan yang adaptif dan fleksibel untuk nasabah.

“Strateginya bukan hanya meningkatkan volume DPK, tetapi juga memperdalam engagement dengan nasabah dan ekosistem. Kami terus mengembangkan solusi transaksi dan produk syariah yang relevan, memperkuat hubungan dengan komunitas serta institusi dalam ekosistem syariah, dan memanfaatkan peluang cross-selling untuk meningkatkan share of wallet nasabah,” papar Rudy.

Kinerja intermediasi yang kokoh tak lepas dari peran digitalisasi yang dilakukan UUS. Bagi manajemen, digitalisasi tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk menyediakan layanan yang lebih cepat dan mudah.

Penguatan infrastruktur teknologi informasi (IT) merupakan enabler untuk menciptakan pengalaman nasabah dan memperluas akses terhadap layanan syariah, serta meningkatkan efisiensi proses operasional.

Dalam hal ini, penguatan IT memperluas engagement dengan nasabah. Semakin terintegrasinya kanal digital dan solusi perbankan membuat UUS Permata Bank dapat meningkatkan kemampuan untuk menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah serta memperkuat hubungan dengan ekosistem syariah.

“Pendekatan kami adalah memanfaatkan kapabilitas digital dan ekosistem teknologi Permata Bank untuk menghadirkan layanan yang semakin simple, convenient, secure, dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Digitalisasi juga memungkinkan proses perbankan dilakukan secara lebih efisien, mulai dari transaksi, layanan nasabah, hingga integrasi dengan kebutuhan finansial dalam ekosistem nasabah,” bebernya.

Jika diakumulasikan, semua faktor tersebut pada akhirnya berdampak terhadap profitabilitas UUS yang moncer. Diiringi dengan return on asset (ROA) 2,70%, perolehan laba tahun berjalan UUS Permata Bank berhasil melesat triple digit, yakni sebesar 160,6% menjadi Rp1,0 triliun.

Seluruh faktor tersebut juga membuat UUS kembali berhasil menyabet Infobank Sharia Award untuk kali kedua dalam dua tahun terakhir.

Di edisi 2026 ini, UUS Permata Bank masuk ke dalam kategori UUS beraset Rp10 triliun ke atas, mencatat nilai total 83,38% dan predikat “sangat bagus”.

Momentum positif ini hendak dipertahankan manajemen. Di masa mendatang, UUS Permata Bank memandang ruang pertumbuhan industri keuangan syariah masih terbuka amat lebar.

Sumbernya tidak hanya berasal dari pertumbuhan jumlah nasabah yang membutuhkan layanan berbasis syariah, tetapi juga dari semakin beragamnya kebutuhan finansial masyarakat dan dunia usaha.

Menjelang penutupan buku tahun 2026, UUS Permata Bank sudah bersiap untuk menyambut 2027 dengan rasa optimis. Fokus utamanya tidak berubah, yakni mendorong pertumbuhan berkualitas. Peningkatan kualitas aset dapat dilakukan dengan pembiayaan secara selektif dan penuh kehati-hatian.

Selain itu, struktur pendanaan melalui peningkatan CASA diharapkan bisa menjadi sumber pendanaan yang lebih stabil dan efisien untuk mendukung ekspansi bisnis.

“Dengan pendekatan tersebut, kami ingin memastikan pertumbuhan UUS tidak hanya tercermin pada peningkatan skala bisnis, tetapi juga menghasilkan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan,” tukasnya.

Dengan fundamental yang kokoh, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan pendanaan dan digitalisasi yang terus diperkuat, UUS Permata Bank optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan menjadi pijakan UUS dalam memperkuat kinerja sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan ekosistem syariah. MAS

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.