Jaga Momentum Kinerja, BAF Perkuat Sinergi dengan Yamaha untuk Tumbuh Semakin Kuat
Highlight:
- BAF mencatatkan penyaluran pembiayaan baru Rp11,46 triliun sepanjang 2025, tumbuh 3,70% YoY dengan pembiayaan Motor Baru Yamaha sebagai kontributor utama.
- Laba bersih BAF melonjak 36,14% YoY menjadi Rp413,47 miliar berkat efisiensi operasional dan penguatan kualitas pembiayaan.
- Memasuki 2026, BAF memperkuat sinergi dengan Yamaha, memperluas pembiayaan UMKM Rp1,71 triliun, serta mendorong pembiayaan kendaraan ramah lingkungan Rp4,21 triliun.
Jakarta- Industri otomotif nasional sepanjang 2025 masih menghadapi tekanan seiring daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Kondisi ini turut memberikan tantangan bagi industri pembiayaan dalam menjaga pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas portofolio tetap terjaga.
Di tengah situasi tersebut, PT Bussan Auto Finance (BAF) tetap mampu menjaga momentum kinerja melalui strategi yang adaptif dan fondasi bisnis yang semakin kuat.
Sepanjang 2025, BAF mencatatkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp11,46 triliun, tumbuh 3,70% secara tahunan (YoY).
Pembiayaan sepeda Motor Baru Yamaha masih menjadi kontributor utama dengan porsi lebih dari 60% terhadap total pembiayaan baru.
Hal ini sejalan dengan preferensi konsumen terhadap model Yamaha dengan desain modern dan teknologi terbaru. Segmen premium seperti Yamaha NMAX Neo mencatatkan pertumbuhan paling kuat.
Kinerja tersebut turut mendorong pendapatan BAF tumbuh 1,96% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Di sisi lain, efisiensi operasional yang konsisten berhasil menekan beban operasional sebesar 1,10% YoY menjadi Rp4,25 triliun.
Kombinasi ini menghasilkan pertumbuhan bottom line yang signifikan, naik 36,14% YoY menjadi Rp413,47 miliar. Capaian ini mencerminkan kemampuan BAF dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah kondisi industri yang menantang.
“Meski industri masih menghadapi berbagai dinamika, BAF tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan bisnis sepanjang 2025. Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi strategi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen,” ujar Koji Kato, Presiden Direktur BAF, dikutip Senin (18/5).
Sepanjang 2025, BAF terus memperkuat posisinya sebagai captive finance Yamaha melalui berbagai inisiatif strategis.
Fokus pada pembiayaan sepeda Motor Baru Yamaha dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi erat dengan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan jaringan diler di seluruh Indonesia.
Berbagai aktivitas pemasaran, baik melalui kanal daring maupun offline, terus diakselerasi seiring dengan pengembangan proses yang lebih efisien dan perluasan jaringan layanan hingga ke wilayah rural.
Memasuki 2026, BAF menyadari bahwa tantangan masih akan berlanjut. Namun, dengan semangat untuk tumbuh semakin kuat, BAF telah menyiapkan berbagai langkah strategis yang terukur.
Salah satunya adalah memperkuat kolaborasi dengan Yamaha melalui pengembangan program dan layanan yang lebih terintegrasi. Prosesnya juga semakin efisien dengan dukungan yang lebih optimal bagi jaringan dealer di seluruh Indonesia.
Sebagai captive finance Yamaha, pembiayaan otomotif, khususnya sepeda Motor Baru Yamaha tetap menjadi core business BAF.
Di saat yang sama, strategi diversifikasi portofolio terus dijalankan untuk menjaga keseimbangan bisnis, termasuk melalui penguatan lini BAF Dana Syariah dan pengembangan bisnis lainnya.
“Kerja sama jangka panjang dengan Yamaha merupakan fondasi utama BAF. Tahun ini, kami berkomitmen untuk semakin memperkuat kolaborasi tersebut agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi konsumen sekaligus mendukung kinerja dealer Yamaha di seluruh Indonesia. Di sisi lain, diversifikasi dan keseimbangan portofolio tetap menjadi fokus untuk memastikan ketahanan bisnis jangka panjang,” lanjut Koji.
Pembiayaan Hijau dan Produktif
Selain menjaga kinerja keuangannya, BAF juga terus memperluas kontribusinya dalam keuangan berkelanjutan. Salah satunya melalui dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hingga akhir 2025, pembiayaan produktif kepada UMKM telah mencapai Rp1,71 triliun atau berkontribusi 12,55% dari total portofolio pembiayaan.
Di sisi lain, BAF juga mendorong pembiayaan kendaraan ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih hijau.
Hingga akhir 2025, pembiayaan untuk kendaraan ramah lingkungan telah mencapai Rp2,50 triliun atau berkontribusi 18,34% terhadap total portofolio pembiayaan.
Dengan demikian, total pembiayaan ramah lingkungan yang telah disalurkan BAF mencapai Rp4,21 triliun atau sekitar 30,89% dari total portofolio pembiayaan.
“Melalui penguatan pembiayaan UMKM dan dukungan terhadap kendaraan ramah lingkungan, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan BAF berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Dengan semangat ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Koji. (*) Ranu Arasyki Lubis

