Viral Praktik Jual-Beli Data Kependudukan, Kemendagri: Itu Bukan Data dari Dukcapil

THE ASIAN POST, JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, data kependudukan yang beredar dan diperjualbelikan di media sosial bukan data kependudukan yang berasal dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil).

“Data milik Dukcapil tersimpan aman di data base,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Belakangan ini viral di media sosial, sebuah grup tertutup,  Dream Market Official, yang menjual dan membeli data kependudukan seperti,  seperti KTP elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA).

- Advertisement -

Untuk itu, Zudan memastikan, data kependudukan yang dijualbelikan itu bukan berasal dari Dukcapil karena semua data seperti NIK serta KK tersimpan aman di data base Dukcapil dan tidak bocor seperti dugaan masyarakat.

Menurut Zudan, sistem pengamanan data center Dukcapil dibuat berlapis. Jika ingin masuk ke data center, harus melalui tiga kali tahapan pindai sidik jari. Dukcapil juga menggunakan jalur VPN saat berhubungan dengan operator.

“Jadi kalau bocor dari dalam sangat kecil kemungkinannya,”ujarnya.

Yang paling memungkinkan, menurutnya, adalah penyalahgunaan data yang beredar luas di Google lalu, dikumpulkan serta diolah oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.

Sebelumnya pihak Ombudsman RI mengakui bahwa pemberian hak akses verifikasi data kependudukan oleh Ditjen Dukcapil itu clean dan safety.

Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengakui selama ini terdapat kesalahpahaman yang beredar di masyarakat bahwa swasta bisa mengakses data pribadi. Padahal, yang ada hanyalah hak akses verifikasi data sehingga tidak ada praktik inkonstitusional apapun.

“Selama ini yang beredar ini kan akses data. Tapi sebenarnya yang ada itu akses untuk verifikasi, memeriksa kebenaran dan keabsahan data dalam rangka melindungi para pengguna layanan ini (dari identitas palsu),” kata Alvin.

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.

English EN Indonesian ID