Cadas! AS Siap Padamkan Listrik Iran, Iran Siap Buru Tentara AS dalam Gelap
Headlights:
- Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pusat listrik Iran jika Iran berani menutup total Selat Hormuz.
- Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani membalasnya dengan menyatakan siap memburu tentara AS dalam gelap.
- Iran mengaku tak segan-segan menyerang kapal yang berani melintasi Selat Hormuz untuk mengantarkan pasokan minyak dunia, apalagi ke AS.
Jakarta – Perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) tak hanya menorehkan luka. Dia juga melahirkan puisi. Salah satunya “puisi” Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Berburu dalam Gelap.
Puisi Larijani lahir sebagai respon atas ancaman Presiden AS Donald Trump. Trump mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran jika Iran melarang kapal melewati Selat Hormuz. Trump memastikan Iran akan gelap-gulita jika ancamannya benar-benar dijalankan.
“Trump mengatakan ‘Kita dapat menghancurkan kapasitas listrik Iran dalam satu jam’, ” tulis Larijani dalam akun X-nya, seperti dikutip The Asian Post dari AFP, Jumat (12/3).
“Namun, dalam waktu kurang dari setengah jam, kegelapan memberikan kesempatan yang cukup untuk memburu tentara AS yang berlari mencari keselamatan,” sindiran puitis Larijani.
Ancaman balasan “Berburu pasukan AS dalam gelap” sepertinya membuat Trump berpikir dua kali untuk menyerang pusat listrik Iran. Jangankan dalam gelap, dalam cuaca terang benderang saja mereka kewalahan menghadapi kiriman rudal dari Iran.
Meski begitu, Trump mencoba menghibur diri. Dia mengklaim pihaknya sejauh ini masih menahan diri untuk tidak menyerang pusat produksi listrik Iran. Namun, dia memastikan AS siap untuk menyerang target tersebut jika Teheran mencoba memutus pasokan minyak global dengan menutup Selat Hormuz.
Iran memang tengah memantau situasi di Selat Hormuz. Iran mengaku tak segan-segan menyerang kapal yang berani melintasi Selat Hormuz untuk mengantarkan pasokan minyak dunia, apalagi ke AS. DW


