Begini Respons Djarum dan Wings Terkait Isu ‘Hengkang’ dari IKN

Jakarta – PT Djarum merespons hilangnya nama perusahaannya dan Wings Group dari daftar Konsorsium Nusantara pimpinan Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan dalam konsorsium pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.

Corporate Communications Manager Djarum, Budi Darmawan mengatakan perusahaan milik Budi dan Michael Hartono itu memang dari awal tidak tergabung dalam Konsorsium Nusantara. Begitu pula dengan Wings Group yang dimiliki Eddy William Katuari.

“Djarum dan Wings di IKN sejak awal terlibat dalam kegiatan penghijauannya atau botanical. Jadi, memang sejak awal tidak masuk dalam konsorsium,” ujar Budi seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis, 4 Januari 2024.

Walaupun mengatakan sejak awal tidak tergabung dalam Konsorsium Nusantara, Budi menyatakan jika pihaknya ikut terlibat dalam pembangunan ibu kota baru tersebut. Namun, dirinya tidak menerangkan lebih detail terkait proyek apa saja yang bakal digarap dan apa rencana perusahaan itu selanjutnya di IKN.

Budi pun mengklarifikasi bahwa tak ada istilah ‘hengkang’ terkait keberadaan Djarum di konsorsium itu.

“Kesimpulannya kami terlibat dalam pembangunan IKN. Jadi, tidak ada istilah hengkang,” tegasnya.

Di lain sisi, pihak Wings Group mengatakan jika pihaknya selama ini tidak pernah memberikan pernyataan terkait rencana investasi di IKN.

Baca juga...

Jenderal Naga Bonar

“Sejauh ini, kami tidak ada statement mengenai rencana investasi di IKN maupun Konsorsium Nusantara,” tutur Media Relation Wings Group, Andini Mardiani seperti dikutip dari Bloomberg Technoz, Kamis (4/1).

Berdasarkan data paparan Otorita IKN di Badan Anggaran DPR RI pada 18 September 2023 lalu, Djarum dan Wings merupakan bagian dari 10 perusahaan di daftar anggota Konsorsium Nusantara.

Keduanya disebut akan menggarap proyek di IKN bersama Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinarmas, Pulauintan, Adaro, Barito Pacific, Mulia Group, dan Astra.

Namun, tiga hari berselang, nama Djarum dan Wings hilang. Pada peletakan batu pertama atau groundbreaking Hotel Nusantara di IKN, 21 September 2023, posisi keduanya digantikan Kawan Lama Group dan Alfamart Group.

“Yang saya hormati para investor yang tergabung dalam konsorsium dari grup Agung Sedayu (Agung Sedayu Group), Indofood (bagian dari Salim Group), Sinarmas, Pulauintan, Adaro, Barito Pacific, Astra, Mulia Group, dan Kawan Lama Group,” sapa Jokowi saat memberikan sambutan dalam groundbreaking itu.

Jokowi melewatkan nama Alfamart Group yang tergabung dalam konsorsium yang berinvestasi senilai Rp20 triliun. Akan tetapi, Jokowi secara langsung menyapa Djoko Susanto yang merupakan pemilik Alfamart Group.

“Pak Aguan (Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma), Pak Franky (Bos Sinarmas Group Franky Wijaya), Pak Prajogo (Bos Barito Pacific Prajogo Pangestu), Pak Eka Tjandranegara (Bos Mulia Group), Pak Pui (Bos Pulauintan Pui Sudarto), Pak Boy Thohir (Bos Adaro), Pak Kuncoro Wibowo (Bos Kawan Lama Group), Pak Djoko Susanto (Bos Alfamart Group), dan yang lain yang tidak bisa saya sebut satu per satu,” sambung Jokowi.

Pada 29 Desember 2023, Otorita IKN kembali merilis dokumen berjudul ‘Kaleidoskop Investasi IKN 2023’. Dalam dokumen tersebut, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono melampirkan daftar anggota Konsorsium Nusantara yang tidak memasukkan nama Djarum dan Wings.

Agung mengatakan jika ada perubahan susunan anggota konsorsium swasta, termasuk yang dipimpin Aguan, adalah kewenangan internal pihak investor.

“Hal itu (hilangnya Djarum dan Wings dari Konsorsium Nusantara) merupakan keputusan internal konsorsium swasta,” ucapnya saat dikonfirmasi. SW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.