Astaga! Dzolim ke Iran, Presiden AS Donald Trump Dijangkiti Penyakit Misterius

Headlights:

  • Presiden AS Donald Trump dijangkiti penyakit misterius. Leher dan tangannya muncul bercak merah seperti terbakar.
  • Kondisi Trump ini tak sengaja terekam fotografer di acara pemberian Medali Kehormatan di Gedung Putih, Senin (2/3).
  • Dokter Gedung Putih menyatakan bercak kemerahan itu akibat perawatan dermatologis rutin.

Jakarta — Di tengah konflik Amerika Serkat (AS) – Israel Vs Iran, Presiden AS Donald Trump diserang penyakit aneh dan misterius: leher dan tangannya muncul bercak merah seperti terbakar.

Kondisi kesehatan Trump pertama kali terlihat dari foto yang beredar. Secara tak sengaja, fotografer yang menghadiri upacara pemberian Medali Kehormatan di Gedung Putih pada Senin (2/3) lalu melihat ada kejanggalan di leher Trump.

Dia pun mem-zoom kamera untuk melihat lebih detil leher Trump. Ternyata, di leher Trump muncul bercak merah, seperti kulit terbakar.

Ruam di bagian leher Donald Trump. (Foto: Istimewa)

Tak hanya kulit leher. Di punggung telapak tangan kiri Trump juga muncul bercak yang sama. Bahkan, bercak merah di tangan lebih merah dan menjijikan.

“Mungkin kena herpes tuh,” komentar Qori, seorang netizen usai melihat foto Trump yang beredar luas di medsos.

“Adzab tuh. Dzolim ke Iran sih. Bulan Ramadhan bukannya beramal malah nyerang Iran,” tambah netizen lain.

Gedung Putih pun sampai merespon viralnya foto yang mengabarkan kondisi kesehatan Presiden berusia 79 tahun itu.

Dokter Gedung Putih Dr. Sean Barbabella mengatakan, bercak kemerahan tersebut terkait dengan perawatan dermatologis rutin.

“Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan, yang diresepkan oleh dokter Gedung Putih,” kata Barbabella.

Pengobatan tersebut bersifat jangka pendek, tetapi kemerahan yang terlihat bisa bertahan lama.

“Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu dan kemerahan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu,” kata Barbabella.

Terlepas dari penjelasan tersebut, Gedung Putih menolak memberikan informasi tambahan tentang kondisi Trump yang sedang diobati.

Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan selain pernyataan dokter.

“Saya tidak memiliki detail tambahan selain yang disampaikan dokter,” katanya ketika ditanya tentang alasan perawatan tersebut.

Menurut Associated Press, pemeriksaan fisik Trump pada April 2025 mencantumkan penggunaan krim mometasone, steroid topikal yang sering diresepkan untuk iritasi atau peradangan kulit, sebagai kebutuhan untuk kondisi yang tidak ditentukan.

Barbabella telah berulang kali menggambarkan kesehatan presiden secara keseluruhan sebagai baik. DW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.