Highglight:
- 14 orang meninggal dunia dan 84 luka-luka dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
- KRL berhenti akibat insiden taksi mogok di perlintasan, kemudian ditabrak KA Argo Bromo dari belakang
- Dugaan awal kecelakaan dipicu kurangnya koordinasi dan informasi saat kereta melaju 110 km/jam
Jakarta- Sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Peristiwa nahas itu bermula saat sebuah taksi mengalami mogok di perlintasan sebidang kawasan Ampera, Bekasi Timur akibat gangguan kelistrikan. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju ke arah Jakarta.
Dampak dari kejadian itu membuat satu rangkaian KRL tujuan Cikarang harus berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk proses evakuasi.
Namun, dalam kondisi berhenti itulah KRL tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Kasi Kumpul Olah Kaji Data Laka Lantas Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe mengungkapkan, kecelakaan diduga dipicu oleh kurangnya koordinasi dan informasi di lapangan.
“Mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek di mana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 km/jam,” kata Sandhi kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4).
Tabrakan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia.
Saat ini, pengemudi taksi yang terlibat dalam insiden awal telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Pak Kasat Lantas,” ucapnya. (*)