Melalui Solo Art and Culture Exhibition, Infobank dan Kemenbud Peringati Hari Keris Nasional 2026

Highlight:

  • Hari Keris Nasional 2026 digelar lewat Solo Art and Culture Exhibition di Museum Keris Nusantara
  • Koleksi keris tokoh nasional dipamerkan, dari Prabowo Subianto, Joko Widodo hingga keris Naga Raja Rp4,5 miliar
  • Kolaborasi Infobank Media Group dan Kemenbud dorong keris sebagai warisan budaya bernilai ekonomi dan relevan di era modern

Solo, Jawa Tengah– Infobank Media Group bersama Kementerian Kebudayaan RI menghadirkan peringatan Hari Keris Nasional 2026 yang jatuh pada 19 April 2026 dengan pendekatan yang lebih terbuka, yakni mempertemukan tradisi, seni, dan sektor keuangan dalam satu panggung budaya.

Digelar di Museum Keris Nusantara Surakarta, pameran bertajuk “Solo Art and Culture Exhibition” menjadi ruang perjumpaan lintas generasi.

Kolektor, pejabat negara, pelaku industri finansial, hingga generasi muda hadir dalam satu arus yang sama, yaitu membaca ulang makna keris di tengah perubahan zaman.

Pameran ini dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran K.R.Ay. Ancillasura Marina Sudjiwo, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Basuki Teguh Yuwono, Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto, serta Editor in Chief The Asian Post Karnoto Mohamad.

Membuka acara, Fadli Zon yang juga merupakan Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan (SNKI) menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini bertepatan dengan Hari Keris Nasional yang jatuh pada 19 April.

“Kami memberikan apresiasi kepada museum, Infobank, komunitas finansial, dan SNKI, yang berinisiatif menggelar acara terkait perkerisan. Dan kita mengetahui bahwa keris merupakan warisan budaya takbenda dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2005. Saat itu, keris masuk dalam daftar Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity,” ujarnya di hadapan pengunjung.

Fadli menyatakan, keterlibatan industri keuangan dalam pameran ini juga menjadi sinyal bahwa pelestarian budaya tidak berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi luas.

Sementara, Astrid Widayani menekankan bahwa keris menyimpan filosofi kehidupan yang dalam dari sejarah. Ia pun berharap pameran ini dapat menginspirasi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa.

“Keris bukan sekadar simbol, tetapi sarat filosofi dan mencerminkan perjalanan panjang peradaban Nusantara yang penuh makna. Nilai-nilai ini perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tidak tergerus zaman,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. (Foto: Zaenal)

Senada, Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran, K.R.Ay. Ancillasura Marina Sudjiwo, turut menggarisbawahi bahwa keris tidak hanya dipahami sebagai simbol, tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang merekam perjalanan panjang peradaban Nusantara.

“Terima kasih kepada Infobank Media Group atas inisiatif dan komitmennya dalam menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya mengedepankan peran perempuan dalam pembangunan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai seni dan budaya sebagai fondasi identitas bangsa.” tegasnya.

Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran K.R.Ay. Ancillasura Marina Sudjiwo. (Foto: Zaenal)

Mempertahankan Warisan Leluhur

Di akhir acara, Basuki Teguh Yuwono mengingatkan bahwa cara pandang terhadap keris perlu diperbarui.
Basuki mengatakan, budaya keris harus tumbuh dalam ekosistem yang utuh.

Ia tidak boleh terputus dari perkembangan teknologi dan modernitas. Justru sebaliknya, keris harus mampu mencerminkan kecanggihan pada zamannya, sebagaimana dulu ia menjadi simbol teknologi tinggi di era pembuatannya.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Basuki Teguh Yuwono. (Foto: Zaenal)

“Selama ini, pengetahuan perkerisan sering diwariskan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Dalam proses itu, terjadi penyusutan pemahaman. Jika generasi awal memiliki pengetahuan 80 persen, yang diterima berikutnya bisa hanya 60 persen, lalu turun lagi menjadi 40 persen,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, generasi mendatang perlu membangun sistem yang lebih kuat, lebih ilmiah, agar warisan ini tidak hilang atau terdistorsi.

Pusaka Negara hingga Keris Rp4,5 Miliar

Pameran Solo Art and Culture Exhibition menghadirkan beragam koleksi keris dari pejabat negara hingga pelaku industri keuangan.

Di antaranya, keris Dhapur Parungsari milik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, keris Dhapur Manglar Monga milik Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, serta keris Carangsoka dan Jalak milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Keris Presiden RI Prabowo Subianto (kiri), Keris Presiden RI ke-7 Joko Widodo (tengah), Keris Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Kanan). (Foto: Ranu Arasyki Lubis)

Dari kalangan profesional, hadir keris Sinom milik Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Fathan Subchi, keris Sengkelat milik Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ismed Saputra. Lalu, ada koleksi Kyai Sangkelat, Kidangsoka, Pandawa Lare, serta pedang Ageman PB X milik Direktur Utama Maximus Insurance Jemmy Atmadja.

Ada pula keris Pandawa Cinarita milik Editor in Chief The Asian Post Karnoto Mohamad dan puluhan koleksi lain dari industri finansial.

Perhatian pengunjung banyak tertuju pada keris Kyai Naga Raja milik KPA. Wiwoho Basuki Tjokronegoro.

Keris dengan dhapur Naga Raja tersebut ditaksir mencapai Rp4,5 miliar, menjadikannya salah satu koleksi paling bernilai dalam pameran.

Keris Kyai Naga Raja milik KPA Wiwoho Basuki Tjokronegoro di Pameran Solo Art and Culture Exhibition. (Foto: Ranu Arasyki Lubis)

Detail ukiran naga, pamor kuat, dan karakter bilah yang khas menempatkannya sebagai simbol puncak estetika sekaligus kekuasaan dalam tradisi perkerisan Jawa.

Selain keris, pameran ini juga menampilkan karya seni lukis dari Direktur Asuransi Sinarmas Dumasi M. M. Samosir, Direktur Keuangan Bank Central Asia Vera Eve Lim, ekonom senior Aviliani, serta Direktur Asuransi Central Asia (ACA) Muljadi Kusuma, dan sejumlah karya dari pelaku industri keuangan lainnya. (*) Ranu Arasyki Lubis

fadli zonKerisKeris Kyai SengkelatSoloSolo Art and Culture Exhibition
Comments (0)
Add Comment