Geopolitik Picu Cost Overrun, Bank Jateng Minta BPD Kawal Ketat Proyek Pemda

Highlight:

  • Dalam Seminar ASBANDA 2026 BPD didorong jadi financial advisor, bukan sekadar bank penyalur kredit.
  • Risiko cost overrun proyek meningkat akibat tekanan geopolitik dan kenaikan biaya produksi.
  • Sinergi antar BPD lewat skema sindikasi jadi kunci pembiayaan proyek strategis daerah.

Solo, Jawa Tengah- Lonjakan biaya proyek akibat tekanan geopolitik menjadi ancaman nyata bagi pembangunan daerah, mendorong Bank Jateng meminta seluruh BPD memperkuat peran sebagai pengawal proyek, bukan sekadar pemberi kredit.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengingatkan bahwa kenaikan biaya produksi. Mulai dari bahan baku hingga BBM, berpotensi memicu cost overrun pada proyek-proyek daerah.

Dalam kondisi tersebut, peran BPD menjadi semakin krusial, terutama dalam mengantisipasi risiko sejak tahap perencanaan.

Ia mencontohkan proyek bernilai Rp30 miliar yang dalam setengah perjalanan bisa mengalami lonjakan biaya signifikan akibat faktor eksternal. Karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi aktif antara BPD dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai risiko pembiayaan, khususnya di tengah tekanan ekonomi dan potensi kenaikan biaya proyek.

“Kondisi geopolitik ini akan memunculkan probabilitas yang besar terhadap adanya cost overrun. Biaya-biaya yang naik pada saat proyek sedang berjalan. Hal ini tentunya dari teman-teman BPD sudah paham betul, namun yang paling penting adalah dikomunikasikan kepada pemerintah daerah, sehingga sejak awal kita bisa sama-sama monitor,” ujarnya dalam Seminar Nasional Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Sunan Hotel Surakarta, Jumat (174/2026). 

Menurutnya, koordinasi sejak tahap perencanaan menjadi kunci agar proyek tidak terganggu di tengah jalan, terutama ketika terjadi perubahan asumsi biaya maupun dinamika di lapangan.

BPD Bersanding, Bukan Bersaing

Di tengah kompleksitas pembiayaan, Bambang juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar-BPD.

Menurutnya, BPD tidak boleh berjalan sendiri-sendiri jika ingin menjadi kekuatan besar dalam pembangunan nasional.

Maka dari itu, ia mendorong penguatan skema sindikasi untuk membiayai proyek-proyek strategis lintas daerah yang membutuhkan dana besar.

“BPD tidak bersaing, tapi kita terus bersanding. Kita bersama bisa perkuat skema sindikasi untuk proyek di luar daerahnya,” tegasnya.

Dengan sinergi yang kuat di bawah Asbanda, BPD diyakini mampu menjadi “champion bank” di daerah masing-masing, sekaligus memastikan tidak ada proyek strategis yang tertunda hanya karena keterbatasan pembiayaan. (*) Ranu Arasyki Lubis

AsbandaBank Jatengproyek pemdaseminar nasional asbanda
Comments (0)
Add Comment