Nobu Bank Dorong Perempuan Jadi Motor Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM

Highlights:

  • Nobu Bank melihat perempuan bukan hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak literasi keuangan dan adaptasi digital di tengah perubahan zaman.
  • Chief Consumer Officer Nobu Bank, Juanita A. Luthan, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki kemampuan alami dalam mengelola keuangan, mulai dari perencanaan hingga pengendalian risiko.
  • Nobu Bank turut mendorong pelaku UMKM, khususnya perempuan dan seorang ibu, untuk beralih ke transaksi digital seperti QRIS. Selain lebih aman, sistem ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas usaha.

Jakarta – Peran perempuan dinilai semakin strategis dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Nobu Bank melihat perempuan bukan hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak literasi keuangan dan adaptasi digital di tengah perubahan zaman.

Chief Consumer Officer Nobu Bank, Juanita A. Luthan, mengungkapkan bahwa perempuan memiliki kemampuan alami dalam mengelola keuangan, mulai dari perencanaan hingga pengendalian risiko. “Wanita adalah ahli keuangan, tidak bisa diperdebatkan. Wanita adalah akuntan handal. Ada uang berapapun jago membukukan,” ujarnya, dalam Kegiatan “Literasi dan Edukasi Keuangan Bersama 500 Pelaku Usaha Ultra Mikro: Peran Wanita Mandiri bagi Perekonomian Negeri” yang digelar oleh Infobank Media Group, sebagai bagian dari rangkaian acara Women Art & Society 2026, di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (17/4).

Menurutnya, peran tersebut terbentuk dari kebiasaan sehari-hari, seperti menyusun anggaran rumah tangga, mengatur pengeluaran, hingga mengajarkan pola hidup hemat kepada keluarga. Perempuan juga dinilai berperan dalam membangun kesadaran akan pentingnya manajemen risiko dan pemahaman produk keuangan sejak dini.

Seiring perkembangan teknologi, Juanita menambahkan bahwa perempuan kini juga dituntut memahami aspek keamanan keuangan digital. Tren transaksi non-tunai semakin meningkat, termasuk di kalangan pelaku UMKM, untuk meminimalkan risiko kehilangan serta meningkatkan efisiensi.

Ia menjelaskan, Nobu Bank turut mendorong pelaku UMKM, khususnya perempuan dan seorang ibu, untuk beralih ke transaksi digital seperti QRIS. Selain lebih aman, sistem ini dinilai mampu meningkatkan kapasitas usaha.

“QRIS sebagai pembayaran digital bisa meningkatkan kapasitas usaha. Semua bank telah menyediakan fasilitas, tinggal mana yang cocok dan paling pas,” jelasnya.

Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, perempuan juga semakin aktif sebagai pelaku usaha dan pencari nafkah tambahan keluarga. Perbankan, lanjut Juanita, hadir sebagai mitra strategis melalui berbagai fasilitas pembiayaan, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga kredit kepemilikan rumah subsidi. Ia pun mengingatkan agar pelaku UMKM tidak mengakses pembiayaan dari lembaga ilegal.

“Dari total 60.000 UMKM seluruh Indonesia, terdapat 12.000 pelaku UMKM yang ada di Surakarta. Berarti sudah lebih dari 1/6 pelaku UMKM ada di Surakarta. Jadi kalau butuh modal kerja, jangan sampai mengambil yang tidak berizin, berlisensi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Nobu Bank menghadirkan sejumlah program untuk mendukung perempuan pelaku UMKM, termasuk KUR, kredit perumahan, dan KPR subsidi. Selain itu, perseroan juga mengembangkan sistem digital untuk membantu pelaku usaha perempuan dalam pencatatan keuangan.

Melalui inovasi tersebut, pelaku UMKM cukup menggunakan satu perangkat untuk mengelola keuangan keluarga sekaligus usaha, sehingga meminimalkan risiko kehilangan data dan meningkatkan efisiensi operasional.

Upaya ini juga diperkuat dengan pengakuan internasional. Pada Maret 2025, Nobu Bank memenangkan program Bank Her thru Tech (BTT) yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank. Atas capaian tersebut, Nobu Bank memperoleh dukungan teknis senilai USD 50.000 untuk mengembangkan solusi digital bagi UKM-Perempuan.

Di sisi lain, Nobu Bank terus memperluas ekosistem UMKM melalui jaringan merchant yang telah menembus lebih dari 2 juta di seluruh Indonesia, mencakup berbagai sektor seperti makanan dan minuman, hiburan, hingga transportasi.

Tak hanya itu, perseroan juga aktif melakukan edukasi melalui komunitas perempuan seperti Wondermoms, yang menjadi wadah berbagi pengetahuan seputar pengelolaan keuangan dan kehidupan keluarga.

“Nobu Bank konsisten mengedukasi wanita Indonesia, kami membuat Wondermoms sebuah wadah komunitas bagi perempuan Indonesia yang ingin terhubung, tumbuh dan menikmati kehidupan sebagai seorang ibu. Ada banyak kegiatan di komunitas ini seperti edukasi pengelolaan keuangan dan berbagi tips untuk berbagai persoalan wanita,” ungkapnya.

Juanita menilai, kemampuan multitasking perempuan menjadi modal kuat dalam mengelola berbagai peran sekaligus, baik sebagai ibu rumah tangga maupun pelaku usaha. Dengan dukungan literasi dan digitalisasi yang tepat, perempuan diyakini dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan UMKM nasional. AUS

digitalisasi UMKMliterasi keuanganNobu BankperempuanUMKM
Comments (0)
Add Comment