Connect with us

Pemerintahan AS Berjanji Akan Serius Terhadap Masalah HAM Saudi

International

Pemerintahan AS Berjanji Akan Serius Terhadap Masalah HAM Saudi

Jakarta – Pemerintahan negeri Paman Sam yang baru telah berjanji untuk mengkaji ulang hubungan dekat antara AS dengan Arab Saudi. Dimana pada era pemerintahan Biden, AS akan memberikan perhatian lebih serius terhadap masalah pelanggaran hak asasi manusia yang masih terjadi di Arab Saudi. Presiden Biden sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa ia akan menghentikan dukungan militer yang diberikan AS selama ini ke Saudi untuk memerangi Yaman.

Dan benar saja, baru seminggu menjabat sebagai presiden AS, Biden telah menunda miliaran dolar penjualan senjata ke Arab Saudi, ataupun ke Uni Emirat Arab, untuk mengkaji ulang kesepakatan transaksi senjata tersebut. Akan tetapi, pertanyaannya adalah apakah perubahan kebijakan terhadap hubungan luar negeri AS – Arab Saudi ini memiliki dampak panjang terhadap progres demokrasi di Arab Saudi, maupun perang Saudi – Yaman.

Namun, terlepas dari itu semua, Arab Saudi merupakan sekutu terdekat AS di Timur Tengah. Saudi telah membantu AS dalam memerangi pasukan Iran agar tak mendominasi Timur Tengah. Ditambah lagi, Saudi adalah pembeli terbesar senjata AS.

Berdasarkan data Institut Riset Perdamaian dari Institut Stockholm, Arab Saudi tercatat sebagai negara importir senjata terbesar di dunia pada periode 2015-2019, dimana AS menjadi negara penyuplai senjata terbesarnya. Di samping AS, ada Inggris yang juga menjadi penyuplai senjata untuk Saudi, dimana senjata-senjata ini digunakan untuk menyerbu Yaman.

Seperti Andrew Smith, dari Kampanye Melawan Perdagangan Senjata melihat bahwa agar ada perubahan besar, maka diperlukan sebuah upaya lebih daripada hanya sekedar kata-kata. “Ini akan memperlukan kekuatan lebih daripada apa yang Biden lakukan ketika menjadi wakil presiden AS di masa presiden Obama,” ungkapnya.

“Penjualan senjata ke luar negeri mulai banyak dilakukan pada masa pemerintahan Obama,” pungkasnya.

 

Sumber: bbc.com / Frank Gardner

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International

To Top