Connect with us

Kasus Audrey, KPAI: Hormati Penyidikan yang Dilakukan Polisi

(Foto: Istimewa)

National

Kasus Audrey, KPAI: Hormati Penyidikan yang Dilakukan Polisi

THE ASIAN POST,  JAKARTA ― Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina meminta setiap pihak menghormati proses penyidikan kasus perundungan terhadap Audrey di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikeroyok 12 siswi SMA.

“Agar semua menghormati proses penyidikan yang sedang dilakukan kepolisian sehingga tidak terjadi persepsi yang salah terkait pelaku maupun korban,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/4).

Putu yang merupakan komisioner KPAI bidang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) itu, mengatakan baik korban maupun pelaku dapat menderita korban sekunder akibat tekanan publik karena viral.

Dia mengatakan proses hukum yang berjalan pada kasus dengan korban Audrey akan diproses sesuai ketentuan perundangan yang berlaku dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait, kata dia, harus memastikan upaya rehabilitasi yang tuntas kepada korban, penyediaan pendampingan hukum, psikososial dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah agar anak korban dan pelaku tidak mendapat stigma dan perlakuan salah akibat viralnya berita tersebut.

“KPAD Kalbar agar dapat melakukan pengawasan terkait proses hukum dan rehabilitasi tersebut,” katanya, seperti diberitakan Antara.

Putu mengatakan menilik akar masalah dari pengeroyokan itu adalah terkait dengan kemungkinan adanya agresi elektronik dari media sosial antara korban dan pelaku maka perlu dilakukan literasi media sosial.

Dia mencontohkan terdapat kegiatan tidak sehat di media daring seperti saling serang antara pengguna media sosial, baik dalam chat room, komentar dan lainnya, yang mengandung konten intimidasi, ancaman, dan perundungan.

Putu mengatakan kurangnya iterasi media daring yang cukup dapat bertranformasi dari kekerasan daring menjadi kekerasan luring.

“Sebaliknya, literasi yang baik mendorong persekusi dapat dihindari seperti melalui pengawasan dan edukasi serta komunikasi dari orang tua, pendidik/guru dan masyarakat kepada anak,” kata dia. []

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in National

Most Popular

To Top