Connect with us

BSI Jadi Pelopor Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Perbankan

BSI Jadi Pelopor Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri acara Hari Santri Nasional yang diadakan Infobank dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), di Istana Negara, Jumat, 22 Oktober 2021.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menjadi pelopor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Hal ini juga ditopang fakta bahwa BSI adalah bank syariah terbesar di Tanah Air, hasil merger tiga bank syariah milik bank BUMN.

“Sebagai bank syariah terbesar, kami bukan hanya ingin handal dalam perbankan syariah saja. Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Sehingga potensi ekonomi syariah yang besar ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata. Dan Indonesia bisa menjadi tokoh utama dalam ekonomi syariah dunia,” ujar Hery Gunardi selaku Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, pada Hari Santri Nasional, di Jakarta, Jumat, 22 Oktober 2021.

Hery, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum dalam organisasi keumatan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), memaparkan prospek cerah bisnis ekonomi syariah tersebut.

“Pertama, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia,” terangnya.

Jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 229 juta jiwa atau sekitar 87,2% dari total populasi. Kedua, terdapat preferensi masyarakat yang kuat terhadap perbankan syariah sehingga pertumbuhannya sangat pesat dengan potensi pasar yang sangat besar.

“CAGR lima tahun terakhir kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 13,8%. Selain itu, penetrasi aset keuangan syariah di Indonesia masih kecil yaitu sekitar 3% dari GDP. Dengan penetrasi ekonomi syariah yang rendah tersebut, memiliki peluang yang sangat besar untuk terus digali,” ucapnya lagi.

Ia pun memberikan contoh, potensi lebih dari 200 juta nasabah yang memanfaatkan jasa keuangan ritel, untuk keperluan perjalanan umrah, haji, hingga perawatan kesehatan, serta layanan transaksi sosial zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF).

Ketiga, potensi industri halal di Indonesia yang nilainya kurang lebih Rp4.375 triliun. Dari total nilai tersebut, Industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu senilai Rp2.088 triliun disusul aset keuangan syariah senilai Rp1.438 triliun.

Dan keempat adalah pertumbuhan industri perbankan syariah yang sangat baik kendati laju ekonomi masih terganggu pandemi Covid-19.

Pada Juli 2021 aset perbankan syariah di Tanah Air tumbuh sekitar 16,35% dari Juni 2021, pembiayaan tumbuh 6,82%, dan DPK tumbuh 17,98%.  Sementara itu, untuk kinerja BSI pada semester I/2021 tak kalah gemilang, dengan mencatatkan pertumbuhan double digit.

BSI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun atau naik sekitar 34,29% secara yoy. Untuk pembiayaan, BSI menyalurkan Rp161,5 triliun atau tumbuh sekitar 11,73% secara yoy. Dan berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021 atau naik sekitar 15,16% secara yoy.

Dengan raihan kinerja tersebut, BSI berhasil menguasai pangsa pasar industri perbankan syariah di Indonesia saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Perbankan

Most Popular

To Top