Connect with us

Tren Konsumsi Dunia Meningkat, Ekspor Rempah Indonesia Tumbuh

Khairul Mahalli saat bersama pengusaha Nepal, Singapura, India, Thailand, dan Myanmar, di Tokyo, Jepang. (Ist)

Economy

Tren Konsumsi Dunia Meningkat, Ekspor Rempah Indonesia Tumbuh

Medan — Perdagangan ekspor rempah Indonesia cenderung stabil dan tumbuh, baik untuk bahan makanan, parfum, maupun farmasi. Stabilnya harga rempah menyusul tren penggunaan rempah organik semakin meningkat di Vietnam dan China.

“China dan Vietnam merupakan penyerap utama rempah dari Indonesia. Namun, kita perlu menambah peluang pasar rempah baru di negara lain,” ujar Ketua Komite Rempah Nusantara, Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Khairul Mahalli, saat berbincang dengan The Asian Post, di Medan, Rabu, 24 November 2021.

Dia mengemukan itu terkait akan digelarnya event “Indonesia Spice Business Forum & Exhibition” (ISBF) atas kerjasama Dewan Rempah Indonesia (DRI) dengan Kadin Sumut di kawasan Danau Toba Sumatera Utara, pada 11-13 Desember 2021.

Kata dia, saat ini untuk quality control rempah melalui beberapa measures atau pengukuran terkait penggunaan pestisida. Ini menyangkut teknologi pertanian, yang di Indonesia masih banyak yang belum berkembang dengan baik.

Sementara, negara-negara kompetitor rempah seperti India dan Sri Lanka, sejak 30 tahun lalu sudah menerapkan teknologi di sektor pertanian organik.

“India dan Sri Lanka menggunakan mesin pengolahan produksi lokal dengankualitas yang jauh lebih baik dari mesin produksi China,” jelas Mahalli yang juga Ketua Umum Kadin Sumut ini.

Di negara lain, seperti Brazil dan Vietnam, juga telah menggunakan mesin pembersih, sortir, dan pengering yang jauh lebih baik dari Indonesia, meski dengan harga jual yang sama.

Terkait kejayaan rempah Indonesia masa lalu, Mahalli menyatakan optimistis peluang kembali berjayanya rempah negeri ini bisa saja terjadi. “Tetapi, kita harus memiliki dukungan kuat, baik dari sisi produksi maupun perdagangan,” kata dia.

Menurut Mahalli, untuk mewujudkannya, Indonesia harus melihat peluang dari kebutuhan rempah-rempah yang sangat ditentukan pada konsumsi masyarakat dunia. “Jadi kita harus bisa menciptakan kebutuhan akan rempah Indonesia,” ujarnya.

Misalnya, melalui promosi budaya dan masakan Indonesia, atau melalui penelitian-penelitian yang mendukung konsumsi rempah Indonesia.

“Kementerian Perdagangan saat ini sudah melakukan berbagai hal dalam upaya meningkatkan ekspor rempah dan bumbu Indonesia, antara lain memetakan potensi pasar, melakukan promosi, dan memperkuat dukungan,” tutup Mahalli. (*)

Kontributor: Bachtiar Adamy (Medan)
Editor: Darto Wiryosukarto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Economy

To Top