Survei LSI: Partai Islam Bakal Amsiong di Pemilu 2024

Jakarta— Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J A memprediksi, perolehan suara partai berbasis massa Islam di Pemilu 2024 akan turun.

Bahkan, potensial meraih suara terkecil dalam sejarah Pemilu Bebas di Indonesia.

Demikianlah temuan penting dari survei nasional terbaru LSI Denny JA. Data dan analisis didasarkan pada survei nasional pada tanggal 4-15 Januari 2023 dan riset kualitatif.

“Yang dimaksud Pemilu Bebas di sini pemilu sejak era kebebasan partai politik era Reformasi (1999-2024), ditambah pemilu 1955,” ujar Denny JA dalam rilisnya, Jumat (17/).

Pemilu era Orde Baru tidak dimasukkan ke dalam kategori pemilu bebas, menurut Denny, karena partai peserta pemilu hanya dibatasi menjadi 3 partai politik yang itu-itu saja.

Sedangkan, lanjut dia, partai berbasis Islam dalam konteks ini ditentukan oleh dua ukuran. Pertama, persepsi publik bahwa itu partai berbasis Islam di survei nasional Denny JA.

“Kedua, Jika tidak ada basis data survei, ditentukan melalui pendapat ahli atau dikenal dengan expert judgement,” jelas dia.

Baca juga...

Walau pemilih Indonesia 87% muslim, kata dia, partai berbasis Islam tidak pernah menang pemilu bebas, bahkan mengecil, karena banyak sebab.

Salah satunya, kata dia, karena depolitisasi islam yang berhasil di era Orde Baru melalui azas tunggal Pancasila dan P4. Di samping itu juga disebabkan oleh kurangnya inovasi partai politik berbasis Islam di era Reformasi.

Menurut hasil survei, lebih dari 50% publik memandang partai ini berbasis Islam yaitu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat (Gelora), dan Partai Ummat (PU).

Lebih dari 50% publk memandang partai ini berbasis terbuka/nasionalis yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Indonesia Raya (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Buruh, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Total 38.9% dari peserta pemilu 2024 di nilai berbasis Islam.

Dari sisi jumlah partai, partai berbasis Islam sudah minoritas. Dari tiga partai papan atas (partai dengan dukungan diatas 10%), tidak ada partai berbasis Islam. Persentase partai berbasis Islam di partai papan atas adalah nol.

Tak ada partai berbasis Islam yang masuk dalam jajaran partai besar. Partai papan atas, pertama ditempati PDIP dengan dukungan sebesar 22.7%, kedua Golkar dengan 13.8%, ketiga Gerindra dengan 11.2%, Partai papan atas semuanya diisi oleh partai berbasis terbuka/nasionalis.

Dari partai papan tengah (partai dengan dukungan 4% sampai 10%, partai berbasis Islam ada dua partai, yaitu PKB dan PKS. Persentase partai berbasis Islam di partai papan tengah adalah 50%.

Partai papan tengah ini terdapat empat partai: PKB paling tinggi dengan dukungan 8.0%, diikuti oleh Partai Demokrat dengan dukungan sebesar 5.0%, kemudian PKS dengan dukungan 4.9%, dan Partai Nasdem dengan dukungan 4.4%.

Capaian tertinggi partai berbasis Islam hanya di posisi papan tengah saja. Dari partai papan bawah (partai dengan dukungan 1% sampai 4%), partai berbasis Islam ada dua partai yaitu PPP dan PAN. Persentase partai berbasis Islam di partai papan bawah adalah 66.7%.

Partai papan bawah ini, terdapat tiga partai: Perindo paling tinggi dengan dukungan 2.8%, disusul oleh PPP dengan dukungan 2.1%, dan PAN dengan dukungan 1.9%.Dalam urutan partai kecil (dukungan 1-4 persen), didominasi oleh partai berbasiskan Islam.

Dari partai nol koma (partai dengan dukungan dibawah 1%), partai berbasis Islam terdapat tiga partai yaitu, PBB, Partai Ummat, dan Gelora.

Persentase partai berbasis Islam di partai nol koma adalah 37.5%. Partai nol koma ini terdapat delapan partai, yaitu PSI dengan dukungan 0.5%, PBB dengan dukungan 0.3%, Garuda dengan dukunga 0.3%, Ummat dengan dukungan 0.3%.

Lalu Hanura dengan dukungan 0.1%, Buruh dengan dukungan 0.1%, Gelora dengan dukungan 0.1%, dan PKN dengan dukungan 0.1%.Survei nasional ini menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia.

Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9%. Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview. (DW)

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.