Puncak Arus Balik Lebaran Tiga Kali, Menhub Minta Pemudik Jangan Pulang di 24, 28, 29 Maret

Jakarta– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Imbauan itu disampaikan Menhub saat meninjau kondisi lalu lintas H+1 Lebaran di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Minggu (22/3).

Berdasarkan data perhitungan di JMTC, puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada hari Selasa, 24 Maret 2026, dengan perkiraan volume lebih dari 285 ribu kendaraan. Kata dia, jumlah ini lebih besar dari puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 sebesar 270.315 kendaraan.

“Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2025 dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere yang diimbau Pemerintah,” ujar Menhub Dudy, Senin (23/3/2026).

Menhub menegaskan, menghindari hari puncak arus balik akan membantu pemerataan distribusi kendaraan. Dengan begitu, perjalanan pemudik diharapkan lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan.

Senada, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut ada tiga puncak arus balik yang perlu dihindari, yakni 24, 28, dan 29 Maret 2026.

“Kami prediksi tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik lebaran 2026. Kami imbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman dan berkeselamatan,” kata Agus.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono meminta pengguna jalan mengatur waktu kepulangan sesuai arahan pemerintah.

Ia juga mengingatkan pemudik untuk memanfaatkan diskon tarif tol 30 persen selama arus balik pada 26-27 Maret 2026 di 9 ruas tol Jasa Marga Group untuk perjalanan menerus.

“Tujuannya sama dengan yang dianjurkan oleh Bapak Menhub dan Bapak Kakorlantas Polri, yakni agar distribusi volume lalu lintas arus balik dapat terkendali dan memberikan perjalanan yang lebih nyaman kepada masyarakat,” ungkap Rivan.

Jasa Marga Optimalkan Layanan di Ruas Tol

Untuk menghadapi arus balik, Jasa Marga memperkuat layanan di ruas tol utama. Langkah yang dilakukan antara lain mengoptimalkan gardu tol, menyiagakan armada layanan, mengatur lalu lintas secara situasional, serta memastikan petugas siaga 24 jam./,

Pemantauan lalu lintas juga dilakukan secara real-time melalui JMTC. Informasi perjalanan disebarkan lewat aplikasi Travoy, Call Center 133, dan Radio Travoy FM.

Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Jasa Marga mengimbau masyarakat menyiapkan perjalanan dengan matang.

Pengemudi kendaraan sumbu tiga atau lebih juga diminta mematuhi pembatasan operasional kendaraan barang sesuai SKB yang berlaku pada 13-29 Maret 2026.

Para pengendara diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, memanfaatkan waktu untuk beristirahat di rest area, memastikan kecukupan BBM, dan saldo kartu uang elektronik serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.

Informasi lalu lintas dan bantuan di jalan tol dapat diakses melalui Call Center Jasa Marga 133, akun X @PTJASAMARGA, Radio Travoy FM, dan media sosial resmi Jasa Marga Group. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.