Perang Makin Ngeri! Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik, Begini Respons Amerika
Jakarta– Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru yang lebih berbahaya.
Iran mengonfirmasi telah menembakkan empat rudal balistik yang diklaim menghantam kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di perairan Laut Arab.
Mengutip laporan BBC, kapal induk tersebut berada sekitar 150 mil dari lepas pantai Oman saat serangan diklaim terjadi.
Pernyataan resmi disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui kanal media resminya.
“Iran meluncurkan 4 rudal balistik ke kapal induk AS Abraham Lincoln,” jelas Instagram milik militer Iran itu, Minggu malam (1/3).
IRGC juga menegaskan serangan tersebut merupakan bagian dari Pernyataan Nomor 7 dalam Operasi “True Promise 4”.
Lebih lanjut, IRGC mengeluarkan peringatan keras bahwa “tanah dan laut akan semakin menjadi kuburan bagi para agresor teroris”.
Mereka menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran kini telah memasuki “fase baru” dalam konflik militer dan operasi di darat maupun laut akan semakin diintensifkan.
Iran menyebut operasi tersebut sebagai respons langsung atas agresi militer Amerika Serikat dan Israel yang terjadi sejak Sabtu (28/2/2026).
Dalam serangan udara sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur di kediamannya di Teheran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut peristiwa itu sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan deklarasi perang terbuka.
“Iran menganggap adalah tugas dan hak sahnya untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan otak di balik kejahatan bersejarah ini,” tegas Masoud.
Tak hanya menargetkan kapal induk, Iran juga menyatakan telah mengincar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk Al Udeid di Qatar, Ali Al Salem di Kuwait, Erbil di Irak, Al Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain.
AS Sebut Kapal Induk Tidak Rusak
Berbeda dengan narasi Iran, klaim Iran segera dibantah oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform X menegaskan bahwa kapal induk mereka dalam kondisi aman.
“Lincoln tidak terkena serangan. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat,” ungkap pihak militer AS.
Meski membantah kapal induk terkena serangan, Pentagon mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam operasi militer terhadap Iran.
Tiga anggota militer AS dilaporkan tewas dalam aksi dan lima lainnya luka parah.
Ini menjadi laporan kematian pertama di pihak Amerika sejak Washington melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran akhir pekan lalu.
Situasi kian memanas ketika laporan menyebut ledakan terdengar di berbagai kota di kawasan, termasuk Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, hingga Yerusalem dan Tel Aviv.
Layanan penyelamatan Israel melaporkan empat orang tewas akibat serangan rudal terbaru.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap aksi balasan dari Iran akan direspons dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan klaim serangan terhadap USS Abraham Lincoln dan bantahan keras dari Pentagon, konflik Iran-AS kini memasuki fase paling berbahaya.
Eskalasi militer yang terus meluas menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka berskala regional, bahkan global. (*) RAL


