Pelindo Salurkan Sembako dan Logistik Darurat untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tengah

Jakarta— PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI turun langsung ke Aceh untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Kunjungan lapangan yang berlangsung pada 14–17 Januari 2026 ini dipimpin Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, dengan melibatkan sejumlah BUMN dan mitra terkait. Fokus utama kegiatan diarahkan ke wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Dalam kegiatan tersebut, Pelindo menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100 paket sembako yang terdiri atas beras, ikan kaleng, minyak goreng, gula pasir, telur satu papan, dan biskuit gandum.

Selain itu, Pelindo juga menyalurkan bantuan pendukung kebutuhan dasar berupa 50 selimut jumbo dan 50 unit lampu emergency untuk warga terdampak.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menegaskan bahwa keterlibatan Pelindo merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung langkah pemerintah menangani dampak bencana.

“Pelindo berkomitmen untuk senantiasa mendukung program pemerintah, termasuk berkolaborasi dengan berbagai instansi dan BUMN lainnya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam melayani sepenuh hati dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana,” ujar Ali.

Ia menambahkan, Pelindo sebelumnya juga aktif menyalurkan bantuan ke berbagai daerah terdampak bencana dengan menggandeng TNI, Polri, BNPB, serta pemerintah daerah setempat.

Sebagai operator pelabuhan nasional, Pelindo memastikan distribusi bantuan dan logistik ke wilayah terdampak berjalan lancar melalui percepatan layanan dan kemudahan proses bongkar muat di pelabuhan.

Kehadiran Pelindo bersama Kemenko Perekonomian dan BUMN lainnya diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi serta meningkatkan kembali aktivitas sosial masyarakat di Aceh khususnya Aceh Tengah.

“Kami percaya bahwa melalui sinergi yang solid dan saling menguatkan, bantuan yang disalurkan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak,” pungkas Ali. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.