Kinerja dan Integritas Antar Nixon LP Napitupulu Raih Bankers of The Year
Jakarta- Leader visioner, Nixon LP Napitupulu yang merupakan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dinobatkan sebagai Bankers of The Year dalam ajang bergengsi “Infobank Top 100 CEO & The Next Future Leaders 2025”, sebuah penghargaan yang diberikan kepada figur-figur terbaik penggerak industri keuangan nasional.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan tiga pertimbangan utama, yakni kinerja, integritas, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan industri perbankan.
Nixon dinilai berhasil menghadirkan kepemimpinan yang solid, berorientasi pada tata kelola yang sehat, serta mampu membawa institusi yang dipimpinnya tetap adaptif di tengah dinamika ekonomi dan transformasi digital.
Penghargaan Bankers of The Year diserahkan langsung oleh Chairman Infobank Media Group Eko B. Supriyanto bersama Bankir Senior Sigit Pramono kepada Nixon di Ballroom Shangri-La Hotel Jakarta, Senin 8 Desember 2025.
Penyerahan ini menegaskan kredibilitas penghargaan yang telah menjadi salah satu barometer reputasi kepemimpinan di sektor keuangan nasional.
Infobank menilai Nixon LP Napitupulu tidak hanya mencatatkan kinerja korporasi yang positif, tetapi juga konsisten menjaga integritas serta berkontribusi dalam mendorong stabilitas dan daya saing industri perbankan.
Kepemimpinannya dinilai mampu menjawab tantangan perubahan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.
Perjalanan Karir
Sebelum berkiprah di BTN, Nixon mengawali perjalanan profesionalnya di industri perbankan nasional dengan bergabung ke PT Bank Ekspor Impor (Persero) pada 1995. Pengalaman awal tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kompetensinya di sektor keuangan.
Pria kelahiran Medan tahun 1969 ini kemudian melanjutkan kariernya di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada 1999, ia dipercaya menjabat sebagai Manager Business Performance Management Group, sebelum akhirnya mengemban peran strategis sebagai Group Head of Corporate Secretary Bank Mandiri Group pada periode 2013–2014.
Karier Nixon terus menanjak ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen pada 2015–2017. Usai menjalankan amanah tersebut, Nixon selanjutnya bergabung dengan BTN dan melanjutkan kiprahnya di level kepemimpinan tertinggi.
Selain penghargaan utama tersebut, Infobank juga menganugerahkan THE NEXT FUTURE LEADERS 2025 kepada sejumlah eksekutif yang dinilai memiliki potensi kepemimpinan masa depan.
Mereka adalah I Nyoman Sugiri Yasa (Direktur Operations BTN), Etiyo Wibowo (Direktur Risk Management BTN), Rully Setiawan (Direktur Network & Retail Funding), Venda Yuniarti (Direktur Treasury & International Banking), Tan Jacky Chen (Direktur Information Technology), serta Ramon Armando (SVP Corporate Secretary).
Tren Positif Hingga Akhir 2025
Dari sisi kinerja keuangan, BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun hingga akhir November 2025, tumbuh 21,10% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,40 triliun.
Kenaikan laba ini ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp386,47 triliun per 30 November 2025, meningkat 8,74% yoy dari Rp355,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
BTN mampu menjaga pertumbuhan kinerja secara konsisten menjelang penutupan tahun 2025. Hal tersebut ditopang oleh strategi penyaluran kredit yang lebih fokus dan terstruktur, serta penguatan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana.
Ia menegaskan, capaian hingga akhir November 2025 menunjukkan bahwa kinerja BTN tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan. Ke depan, perseroan akan terus mengoptimalkan pencapaian target akhir tahun dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang matang.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, BTN juga membukukan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,77% yoy menjadi Rp423,96 triliun, dari sebelumnya Rp366,22 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan dana murah atau CASA.
Kinerja kredit, DPK, dan pendanaan tersebut mendorong total aset BTN tumbuh 12,16% yoy menjadi Rp503,99 triliun hingga akhir November 2025, melampaui target aset Rp500 triliun yang dipatok pada awal tahun.
Menjelang akhir tahun, Nixon menegaskan fokus BTN tetap pada pembiayaan sektor perumahan, baik KPR subsidi maupun non-subsidi, guna mendukung pemenuhan kebutuhan hunian nasional.
Selain itu, BTN juga terus memperkuat pembiayaan korporasi pada sektor-sektor pendukung perumahan seperti real estate, listrik, gas, air, serta perdagangan besar.
Pada sisi penghimpunan dana, BTN melanjutkan strategi penguatan DPK berbiaya rendah, khususnya dari segmen ritel dan institusi menengah.
Upaya ini ditopang oleh pengembangan solusi digital melalui superapp Bale by BTN, yang mencatatkan pertumbuhan pengguna dan transaksi, serta Bale Korpora sebagai layanan cash management bagi nasabah korporasi.
Lebih lanjut, BTN juga hampir menuntaskan proses pemisahan unit usaha syariah (UUS) ke bank umum syariah baru, PT Bank Syariah Nasional (BSN). Proses tersebut ditargetkan memasuki Day One Operation pada 22 Desember 2025, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (*) Ranu Arasyki Lubis


