Kecewa! KPU Ubah, Tak Ada Debat Cawapres, Gibran “Takut” Hadapi Mahfud MD dan Cak Imin?

Jakarta — Ini aneh. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengubah aturan debat di Pilpres 2024. Berbeda dengan Pilpres 2019, nantinya tak ada lagi debat khusus capres dan cawapres secara terpisah.

Menurut Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, debat tetap akan ada lima putaran. Tiga kali debat antarcapres dan dua kali antarcawapres. Tapi, pasangan capres-cawapres selalu hadir bersamaan.

“Hanya saja, proporsi bicaranya yang berbeda. Pada saat debat capres, maka proporsinya capres untuk bicara lebih banyak. Ketika debat cawapres proporsinya untuk cawapres lebih banyak,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (1/12).

Format ini berbeda dengan debat Pilpres 2019. Pada pilpres sebelumnya, dua kali debat dihadiri pasangan capres-cawapres, dua kali debat hanya dihadiri capres, dan satu kali debat khusus dihadiri cawapres.

Baca juga...

Hasyim berdalih, format baru tersebut bertujuan menunjukkan kekompakan pasangan capres-cawapres kepada publik. “Supaya publik makin yakin teamwork antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat,” ujarnya.

Format baru tersebut, kata dia, merupakan kesepakatan antara KPU dan perwakilan tim sukses tiga pasangan capres-cawapres. Kesepakatan dibuat dalam pertemuan di Kantor KPU RI, Rabu (29/11).

Anehnya, format ini ditentang capres. Anies Baswedan, misalnya, justru berpendapat jika sebaiknya pola debat capres-cawapres sama seperti debat Pilpres 2019.

“Menurut hemat kami yang sudah biasa dikerjakan ya itu saja diteruskan, sehingga kita memiliki kepastian kalau disebut sebagai debat dari waktu ke waktu itu polanya sama,” ujar Anies kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (1/12).

Menurut Anies, pola debat capres-cawapres yang telah dilakukan dalam pemilu sebelumnya perlu dijaga.

“Ketika dijaga berulang maka publik juga memiliki kesadaran membandingkan bukan hanya antar calon tapi antarperiode capres sekarang dengan periode-periode sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Cawapres Gibran Rakabuming mengaku telah siap untuk debat capres-cawapres perdana, 12 Desember 2023 mendatang. “Ya sudah dipersiapkan,” katanya di Balai Kota Solo, Jumat (1/12).

Pengamat politik, Ray Rangkuti menilai, tindakan mengubah format debat Pilpres semakin membuat KPU sebagai penyelenggara pemilu tidak jelas. “Semakin tidak jelas arah KPU, jadi kita layak bertanya ada apa dengan mereka sebenarnya,” kata Ray, Jumat (1/12).

Ray menilai, tindakan yang menghapus debat khusus cawapres itu malah akan makin menambah beban kekhawatiran publik kepada KPU. Padahal, kepercayaan publik terhadap KPU sangat diperlukan.

Apakah ada yang cawe-cawe kembali, karena mungkin Gibran takut debat menghadapi Mahfud MD dan Cak Imin? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang. DW

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.