Israel Siap Gempur Iran Berminggu-minggu, Invasi Darat Dipastikan Tak Masuk Skenario
Jakarta— Ketegangan Israel-Iran masih akan terus membara. Pasalnya, militer Israel memastikan kampanye militer terhadap Iran telah disiapkan untuk berlangsung selama beberapa minggu. Keputusan ini menandakan konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, menegaskan operasi telah dirancang untuk skenario jangka menengah, meski durasinya tetap bergantung pada dinamika di medan konflik.
“Kami telah mempersiapkan jangka waktu umumnya dalam beberapa minggu,” kata Letnan Kolonel Nadav Shoshani dalam pengarahan online, dikutip dari Reuters, Selasa (3/2/2026).
Nadav menambahkan, durasi kampanye militer dapat berubah, tergantung pada perkembangan. Dia menggambarkan kemajuan sejauh ini sebagai sesuatu yang positif.
Meski serangan udara terus digencarkan, opsi invasi darat ke wilayah Iran ditegaskan nyaris mustahil dalam situasi sekarang.
“Saya rasa hal tersebut tidak mungkin terjadi saat ini bagi pasukan Israel. Saat ini belum ada ide praktis yang saya ketahui,” katanya.
Sejak Sabtu, Israel bersama Amerika Serikat menggempur target-target di Iran lewat serangan udara intensif. Aksi tersebut langsung dibalas Teheran, memicu eskalasi terbuka yang meningkatkan risiko konflik kawasan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut menegaskan bahwa perang tidak akan selesai dalam waktu singkat, tetapi juga tidak akan berlarut-larut hingga bertahun-tahun.
Pernyataan itu memperkuat sinyal bahwa kampanye militer Israel terhadap Iran akan berlangsung dalam fase terukur. Israel-AS cukup lama untuk menekan target strategis, namun tidak sampai berubah menjadi perang panjang tanpa akhir.
Dengan serangan udara yang terus berlanjut dan balasan dari Iran yang belum mereda, Timur Tengah kembali berada di titik didih. (*) RAL


