Connect with us

Hitungan Minggu, Setengah Populasi Eropa Akan Terinfeksi Omicron

International

Hitungan Minggu, Setengah Populasi Eropa Akan Terinfeksi Omicron

Penyebaran virus Omicron di dunia tengah mengalami lonjakan. Salah seorang ahli virus, Dr Hans Kluge, menyatakan bahwa gelombang Omicron akan menginfeksi lebih dari 50% populasi di Eropa dalam kurun waktu 6 sampai 8 minggu ke depan.

Proyeksi yang ia kutip dari The Seattle-based Institute for Health Metrics and Evaluation tersebut tentunya didasarkan pada fakta dimana terdapat 7 juta kasus baru dilaporkan di seluruh Eropa pada minggu pertama tahun 2022. Meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua minggu.

“Setiap negara harus diberikan informasi terkait bagaimana menyikapi gejolak Omicron berdasarkan situasi epidemiologi, sumber-sumber yang tersedia, status vaksinasi, dan konteks sosial ekonomi,” ujar Dr Hans, seperti dikutip dari BBC, Rabu, 12 Januari 2022.

Pada Senin minggu ini, Inggris telah melaporkan 142.224 kasus baru dan 77 kematian akibat gelombang Omicron. Sejumlah rumah sakit telah mendeklarasikan kondisi urgen terkait minimnya jumlah tenaga perawat akibat naiknya gelombang Omicron.

Sementara itu, di Prancis, Menteri Kesehatannya memperingatkan bahwa Januari 2022 akan menjadi periode yang keras untuk rumah sakit. “Pasien-pasien Omicron telah mengambil ruangan reguler di rumah sakit, sementara Delta telah membuat banyak ketegangan di ruang Unit Gawat Darurat,” ujar Menkes Prancis Olivier Veran.

Di Eropa Timur, Polandia melaporkan bahwa 100.000 orang telah wafat akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai. Polandia sekarang menempati posisi keenam negara dengan peringkat kematian akibat Covid tertinggi di dunia. Dengan hampir 40% populasinya belum divaksin.

Di Rusia, pejabat bidang kesehatan konsumer Anna Popova memberitahu bahwa tanpa tindakan untuk mengkontrol penyebaran Covid-19, kasus Covid harian dapat mencapai 100.000 pasien. Hingga kini, tercatat telah ada 305 kasus Omicron telah ada di Rusia, yang penyebarannya ditemukan di 13 wilayah.

 

 

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in International

To Top