Diuji Gejolak Global, Bank Index Selindo Pacu Kinerja dan Siapkan Akselerasi 2026
Jakarta- Tekanan geopolitik global, volatilitas pasar keuangan, serta ketidakpastian ekonomi domestik menjadi ujian bagi industri perbankan sepanjang 2025. Namun bagi Bank Index Selindo, fase penuh guncangan ini justru menjadi momentum untuk membuktikan ketangguhan model bisnis dan konsistensi strategi pertumbuhan.
Dengan pendekatan kehati-hatian dan fokus pada pembiayaan sektor produktif, Bank Index Selindo menjaga stabilitas kinerja sekaligus menyiapkan fondasi ekspansi berkelanjutan menuju 2026.
Direktur Utama Bank Index Selindo Gimin Sumalim menyampaikan, perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan aset dan penyaluran kredit secara terukur, mencerminkan kehati-hatian yang adaptif di tengah dinamika global.
“Dalam situasi global yang volatil, kami secara konsisten menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas utama. Pertumbuhan kami arahkan secara selektif pada sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental kuat. Sehingga, ekspansi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas aset,” ujar Gimin kepada Infobank, baru-baru ini.
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 (unaudited) Bank Index Selindo menunjukkan fundamental yang relatif kokoh. Total aset tercatat Rp13,12 triliun, tumbuh 5,93% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp12,38 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit juga meningkat 7,47% (yoy) menjadi Rp10,37 triliun dari Rp9,65 triliun. Kinerja ini menegaskan komitmen bank dalam mendukung aktivitas usaha, khususnya sektor produktif dan UMKM.
Menurut Gimin, pertumbuhan tersebut tidak semata mengejar volume, melainkan merupakan hasil dari strategi pembiayaan yang terukur.
“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan nominal, tetapi memastikan bahwa setiap ekspansi kredit memberikan kontribusi yang sehat terhadap struktur pendapatan dan profil risiko bank. Pendekatan ini penting agar kinerja tetap berkelanjutan, terutama di tengah tekanan biaya dana yang meningkat,” jelasnya.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih tahun berjalan per Desember 2025 tercatat Rp170,07 miliar. Meski menurun tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp170,31 miliar. Capaian ini mencerminkan kemampuan bank menjaga laba di tengah kenaikan biaya dana dan penyesuaian strategi bisnis.
Laba operasional berada pada level Rp243,36 miliar, dengan pendapatan bunga tetap menjadi penopang utama. Pendapatan bunga meningkat 4,94% menjadi Rp994,07 miliar dari Rp947,31 miliar, sejalan dengan pertumbuhan yang konsisten.
Di sisi lain, beban bunga naik menjadi Rp374,91 miliar akibat ketatnya persaingan penghimpunan dana. Meski demikian, pendapatan bunga bersih tercatat stabil di kisaran Rp619,16 miliar mencerminkan efisiensi pengelolaan aset produktif yang tetap terjaga.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan dinamika yang sehat. Per Desember 2025, deposito tumbuh 8,57% menjadi Rp6,51 triliun dari Rp6,00 triliun, sementara tabungan tercatat Rp1,50 triliun. Total ekuitas meningkat menjadi Rp3,59 triliun, memperkuat struktur permodalan bank.
Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross tercatat 2,91% relatif terkendali di tengah tantangan ekonomi. Adapun rasio permodalan (KPMM) yang mencapai 35,22% menjadi bantalan kuat untuk menopang ekspansi ke depan.
“Dengan permodalan yang kuat dan strategi yang adaptif, kami optimistis 2026 akan menjadi fase akselerasi bisnis, meskipun tantangan global masih akan terus berlanjut,” ujar Gimin.
Sejalan dengan hal itu, komitmen Bank Index Selindo dalam mendukung sektor usaha tercermin melalui penyaluran fasilitas kredit pada beberapa perusahaan multifinance besar.
Fasilitas kredit ini ditujukan untuk memperkuat modal kerja dan pembiayaan consumer finance, sekaligus menegaskan ekspansi Bank Index Selindo di segmen pembiayaan usaha. (*) Ranu Arasyki Lubis


