Connect with us

Beberapa Faktor Ini Bikin Kinerja Bank BJB Moncer Tahun Lalu

Finance

Beberapa Faktor Ini Bikin Kinerja Bank BJB Moncer Tahun Lalu

Jakarta – Sepanjang 2020 lalu, Bank BJB mencatatkan pertumbuhan kinerja positif meski tengah berada dalam tekanan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pertumbuhan tersebut terjadi pada sebagian besar pos keuangannya seperti kredit, dana pihak ketiga (DPK), aset, dan laba.

Seperti diketahui, total kredit Bank BJB hingga penghujung 2020 mencapai Rp95,21 triliun atau meningkat 9,08% secara tahunan. Selain itu, DPK-nya juga tumbuh 19,15% menjadi Rp106,46 triliun. Tumbuhnya kredit dan DPK turut mengerek kenaikan aset Bank BJB sebesar 14,08% menjadi Rp140,93 triliun. Laba bersihnya juga tumbuh 8,0% secara tahunan menjadi Rp1,69 triliun. 

“Ada beberapa faktor yang menurut pengamatan kami yang menjadi tumpuan ketahanan tersebut saat melewati masa pandemi, mulai dari model bisnis, segmentasi nasabah, likuiditas yang memadai, juga balance sheet yang solid,” pungkas Direktur Utama Yuddy Renaldi dalam ajang ‘Top BUMD Awards 2021’ yang diadakan Infobank dan The Asian Post di Financial Hall, Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021.

Meski saat ini Indonesia masih dalam proses pemulihan akibat dampak dari pandemi, lanjut Yuddy, sektor perbankan harus tetap berhati-hati terkait risiko yang masih mengintai. Efektivitas vaksin dan percepatan distribusinya menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan kredit perbankan dapat kembali pulih seperti sebelum pandemi. 

Selain itu, menurutnya, pandemi juga memberikan tantangan tersendiri bagi industri BPD saat ini. “Pertama, BPD dituntut sebagai penggerak ekonomi daerah di masa pemulihan. Kedua, peran BPD tersebut pun menuntut kondisi permodalan BPD yang memadai. Di sisi lain, kemampuan fiskal daerah untuk melakukan setoran modal juga terbatas. Ketiga, disrupsi teknologi, terutama di masa pandemi telah memberikan ekspektasi masyarakat atas jasa keuangan yang mereka butuhkan dan harapkan, sehingga BPD ,juga BPD harus mampu bertransformasi dalam hal digitalisasi untuk dapat mampu mempertahankan daya saingnya,” ujar Yuddy. (*) Bagus Kasanjanu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Finance

To Top