Bahaya! Tren Mengkhawatirkan di AS Ini Bisa Picu World War III
Jakarta – Mantan Menlu RI Dino Patti Djalal melihat adanya tren mengkhawatirkan di Amerika Serikat (AS) di mana segala perselisihan yang tidak sesuai dengan kemauan Presiden Donald Trump akan diselesaikan dengan cara perang atau kekerasan.
“Pendekatan seperti ini berbahaya sekali bagi stabilitas dan perdamaian internasional,” ujar Dino dalam podcast-nya di FB seperti dikutip The Asian Post, Senin (2/3).
Dino yang sedang berada di London mengaku shock dengan serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Menurut dia, konflik ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan. Sebab, tujuan serangan ini bukan hanya untuk menghentikan kapasitas nuklir Iran tapi untuk menumbangkan pemerintah di Teheran.
“Segala aksi militer, oposisi politik, mobilisasi massa, upaya agen Mossad di Iran, instrumen sosial, ekonomi, dan lain sebagainya akan dikerahkan untuk menumbangkan pemerintah Iran,” ujarnya.
Dan di saat bersamaan, kata dia, pemerintah Iran tidak akan tinggal diam. Mereka juga akan melakukan segala cara untuk melawan intervensi dari luar ini.
“Iran berbeda dari Venezuela. Iran mempunyai jaringan politik dan militer yang cukup signifikan di beberapa wilayah di luar Iran di Timur Tengah. Maka dapat dipastikan, perang ini juga akan menyeret pihak-pihak luar dan akan menyebarkan guncangan di luar wilayah Iran,” paparnya.
Kalau pun pemerintah Iran tumbang, kata dia, tidak secara otomatis, baik secara moral dan secara hukum internasional, memberikan pembenaran terhadap aksi militer yang dilakukan AS dan Israel.
“Mengapa? Karena kalau aksi intervensi ugalan-ugalan seperti ini dilakukan oleh negara-negara lain dalam konteks yang berbeda juga, maka dunia akan segera terjerumus dalam perang dunia ketiga,” ujarnya.
Diplomasi Ada, Tapi Perang Dipaksakan
Dalam konflik ini, kata Dino, Iran adalah pihak yang diserang oleh AS dan Israel. Bukan pihak yang menyerang.
Bahwasanya perundingan antara AS dan Iran belum berhasil, ini tidak memberikan pembenaran bagi AS untuk melakukan serangan militer terhadap Iran.
“Apalagi, pemerintah Oman yang selama ini menjadi mediator dari dua negara tersebut mengatakan bahwa sudah ada kemajuan signifikan [terkait perundingan kedua negara tersebut],” ujarnya.
Makanya, Dino melihat, serangan ini menandakan adanya satu tren yang mengkhawatirkan di AS.
“Segala perselisihan yang tidak sesuai dengan kemauan Trump akan diselesaikan dengan cara perang atau kekerasan. Pendekatan ini berbahaya sekali,” tegasnya. (DW)


