Anggoro Eko Cahyo Dinobatkan CEO of The Year 2025, BSI Tancap Gas di Puncak Industri Syariah

Jakarta — Nama Anggoro Eko Cahyo resmi berada di jajaran elit pemimpin perbankan nasional. Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) ini meraih gelar CEO of The Year 2025 dalam ajang Infobank Top 100 CEO & The Next Future Leaders 2025, sebuah pengakuan tertinggi atas kepemimpinan yang terbukti mampu mengonversi strategi menjadi kinerja nyata.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Eko B. Supriyanto dan Agus D.W. Martowardojo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Senin (8/12).

Penilaian dilakukan secara ketat dengan menitikberatkan pada kinerja keuangan, kontribusi terhadap industri, serta peran korporasi dalam mendukung perekonomian nasional.

Di bawah kendali Anggoro, BSI mencatat pertumbuhan laba bersih dua digit, aset menembus lebih dari Rp400 triliun, serta kualitas pembiayaan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Pertumbuhan tersebut menempatkan BSI melampaui rata-rata industri perbankan syariah, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di sektor ini.

Anggoro dikenal sebagai pemimpin dengan latar akademik ekonomi dan pengalaman panjang di industri keuangan.

Pendekatan kepemimpinannya menekankan disiplin eksekusi, penguatan tata kelola, serta inovasi berbasis kebutuhan riil nasabah. Digitalisasi layanan, pengembangan ekosistem halal, hingga optimalisasi segmen haji dan umrah menjadi motor utama pertumbuhan.

Rekam Jejak

Anggoro merupakan tokoh yang telah lama malang melintang di industri keuangan Tanah Air. Sebelum namanya dikenal luas, ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.

Perjalanan profesionalnya dimulai pada 1994 ketika bergabung dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai Asisten Manajer Marketing Officer di Kantor Cabang Mataram.

Hampir tiga dekade berkarier di BNI, Anggoro dipercaya menempati beragam posisi penting. Ia pernah mengemban amanah sebagai Manager pada periode 1997–2002, kemudian naik menjadi Assistant Vice President (2003–2005) dan Vice President (2005–2011).

Kariernya terus berlanjut dengan menduduki jabatan General Manager Divisi Human Capital pada 2012–2015. Setelah itu, ia menjabat Direktur Konsumer (2015–2018), Direktur Keuangan (2018–2020), hingga akhirnya dipercaya sebagai Wakil Direktur Utama BNI pada 2020. Rangkaian posisi tersebut membentuk pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika operasional sekaligus manajemen perbankan.

Pada Februari 2021, Anggoro ditunjuk untuk memimpin BPJS Ketenagakerjaan dan menjalankan peran tersebut hingga awal 2025.

Selama masa kepemimpinannya, lembaga ini mencatat sejumlah pembaruan signifikan, terutama dalam transformasi digital layanan. Salah satu terobosannya adalah pengembangan aplikasi Jamsek Mobile, yang memudahkan peserta mengakses berbagai layanan secara daring dengan lebih cepat dan praktis.

Dari sisi akademik, Anggoro meraih gelar sarjana di bidang Teknik dan Manajemen Industri dari Institut Teknologi Indonesia pada 1992. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang agribisnis di Institut Pertanian Bogor dan menuntaskan studinya pada 2002.

Selain berkiprah di dunia korporasi, Anggoro juga aktif berkontribusi dalam penguatan sistem pembayaran nasional. Sejak 2016, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), berperan dalam mendorong pengembangan dan integrasi sistem pembayaran di Indonesia.

Selain Anggoro, Infobank juga menyematkan penghargaan The Next Future Leaders 2025 kepada jajaran pimpinan BSI: Grandhis Helmi Harumansyah, Kemas Erwan Husainy, Muharto Hadi Suprapto, dan Wisnu Sunandar. Pengakuan ini mencerminkan solidnya kepemimpinan kolektif yang dibangun Anggoro.

Gelar CEO of The Year 2025 bukan sekadar prestise personal, melainkan sinyal kuat bahwa BSI berada di jalur yang tepat untuk menjadi pilar utama keuangan syariah nasional. (*) Ranu Arasyki Lubis

You might also like
Komentar Pembaca

Your email address will not be published.