Direksi dan Komisaris Wanita di Permata Bank Borong Penghargaan Infobank Outstanding Women 2026

Highlight:

  • Ajang Infobank 500 Most Outstanding Women 2026 menobatkan Meliza Musa Rusli dan Djumariah Tenteram sebagai pemimpin perempuan berpengaruh di industri perbankan.
  • Kepemimpinan Meliza Musa Rusli dan Djumariah Tenteram mendorong Permata Bank mencatat laba Rp3,6 triliun dengan pendapatan Rp12,6 triliun sepanjang 2025.
  • Di bawah tangan perempuan ini, Permata Bank tumbuh solid dengan aset Rp268,3 triliun, kredit Rp163,3 triliun, dan lonjakan pendapatan non bunga yang signifikan.

Solo, Jawa Tengah- Energi perempuan yang matang oleh pengalaman dan ditempa oleh keputusan-keputusan besar terasa kuat di Wisma Batari, Solo, Jumat malam 17 April 2026.

Di panggung penghargaan Infobank “500 Most Outstanding Women in 2026”, nama-nama dari Permata Bank mencuat bukan sekadar sebagai simbol, melainkan representasi kepemimpinan yang bekerja, bertumbuh, dan membuktikan diri.

Di barisan terdepan, Meliza Musa Rusli, Direktur Utama Permata Bank, meraih penghargaan The Great Achievers Women 2026. Sementara Djumariah Tenteram, Direktur Consumer Banking, dinobatkan sebagai Women Executive of the Year 2026.

Keduanya bukan nama baru di industri.

Meliza Musa Rusli mengawali karier sebagai technical sales di IBM sebelum menembus dunia investment banking global, mulai dari Lehman Brothers, UBS, hingga Credit Suisse.

Kariernya terus menanjak hingga menjadi Presiden Direktur Goldman Sachs Indonesia, sebelum kemudian dipercaya memimpin berbagai transformasi strategis di Astra Group, termasuk di lini digital dan fintech.

Secara akademis, Meliza merupakan lulusan Teknik Elektro Universitas Indonesia dengan predikat summa cum laude, yang kemudian melanjutkan MBA di University of Melbourne. Kombinasi antara disiplin teknik dan strategi bisnis global inilah yang membentuk gaya kepemimpinannya yang presisi dan adaptif terhadap perubahan.

Sementara itu, Djumariah Tenteram tumbuh sebagai bankir yang kuat di lini bisnis ritel dan consumer banking. Ia telah lama berkiprah di Permata Bank dan dipercaya memimpin sektor retail banking dan wealth management sejak beberapa tahun terakhir.

Di tangannya, penguatan basis dana murah, ekspansi layanan nasabah, hingga pengembangan bisnis wealth management menjadi lebih agresif namun tetap terukur.

Djumariah Tenteram, Direktur Consumer Banking Permata Bank. (Foto: Istimewa)

Pengalaman panjang di lini operasional hingga strategi bisnis membuat Djumariah menjadi salah satu motor penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas.

Ia bukan hanya mengelola angka, tetapi juga memahami perilaku nasabah dan arah perubahan industri.

Penghargaan yang diraih keduanya menjadi refleksi dari perjalanan itu.

Penghargaan yang diraih keduanya menjadi refleksi dari perjalanan panjang dan kontribusi nyata mereka.

Tak hanya Meliza dan Djumariah, perempuan-perempuan lain di Permata Bank juga turut menorehkan prestasi. Dhien Tjahajani sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan, Evi Hiswanto sebagai Direktur Corporate Banking, serta Niramarn Laisathit sebagai Komisaris, masing-masing meraih penghargaan The Most Outstanding Women in Banking Industry.

Deretan nama ini menegaskan bahwa perempuan kini bukan lagi pelengkap di industri keuangan, melainkan motor penggerak utama.

Berkat tangan-tangan perempuan inilah, Permata Bank menunjukkan kinerja yang cemerlang.

Sepanjang 2025, laba bersih mencapai Rp3,6 triliun dengan pendapatan Rp12,6 triliun.

Pendapatan non bunga melonjak signifikan, aset tumbuh menjadi Rp268,3 triliun, dan kredit meningkat hingga Rp163,3 triliun. Kinerja ini tidak hanya mencerminkan ekspansi, tetapi juga disiplin dalam menjaga kualitas aset dan permodalan.

Di balik capaian para Kartini ini, ada strategi, ada keberanian mengambil keputusan, dan ada konsistensi dalam eksekusi. Kepemimpinan perempuan di Permata Bank tidak berhenti pada simbol representasi, tetapi benar-benar menjadi mesin penggerak pertumbuhan.

Literasi Keuangan: Kunci UMKM Naik Kelas

Peran itu juga menjalar ke akar ekonomi. Dhien Tjahajani hadir langsung di tengah ratusan pelaku UMKM dalam program literasi keuangan yang digelar Infobank Media Group di Balaikota Surakarta pada siang hari, Jumat 17 April 2026.

Dhien Tjahajani menekankan bahwa disiplin pencatatan keuangan adalah fondasi utama untuk membuka akses pembiayaan. Tanpa tata kelola yang rapi, peluang berkembang akan tertutup sejak awal.

Dhien Tjahjani, Direktur Hukum dan Kepatuhan Permata Bank dalam acara “Literasi dan Edukasi Keuangan Bersama 500 Pelaku Usaha Ultra Mikro: Peran Wanita Mandiri bagi Perekonomian Negeri” yang digelar oleh Infobank Media Group, sebagai bagian dari rangkaian acara Women Art & Society 2026, di Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (17/4).

“Kalau ingin mendapatkan inklusi atau akses ke lembaga keuangan, jangan lupa catatan keuangan adalah sangat penting. Arus kas kita akan dilihat dari lembaga keuangan tersebut, apakah pencatatannya beres atau tidak,” Dhien.

Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian yang menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.

“Jadi kita harus prudent, harus sehat, harus mempunyai tata kelola yang baik dalam memberikan pembiayaan kepada semua sektor, terutama UMKM. Riwayat transaksi ini sangat penting,” tegasnya.

Dengan dukungan teknologi, kebiasaan sederhana ini diyakini mampu mendorong UMKM naik kelas. Dari ruang direksi hingga pelaku usaha kecil, perempuan terus memainkan peran penting dalam menggerakkan ekonomi. (RAL & MAS)

Dirut Permata BankInfobank 500 Most Outstanding Women 2026meliza musa rusliPermataBank
Comments (0)
Add Comment