Jakarta— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas kehadiran AgenBRILink untuk menyediakan akses keuangan bagi masyarkat hingga di pelosok desa.
BRILink merupakan bentuk pendekatan hybrid bank yang memadukan teknologi digital banking dan jaringan fisik.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, AgenBRILink menjadi ujung tombak transformasi layanan keuangan hingga ke pelosok negeri.
Segmentasinya dinilai lebih adaptif dan ekspansif dalam menyentuh masyarakat yang belum terlayani secara optimal.
“AgenBRILink hadir hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Keberadaannya turut mendorong peningkatan signifikan dalam jumlah agen dan volume transaksi,” ucap Hery, dikutip Jumat (11/7).
Tercatat, sepanjang Januari hingga Mei 2025, layanan ini membukukan 443 juta transaksi. Didukung oleh 1,19 juta agen yang tersebar di 67.013 desa di seluruh Indonesia.
Hery menuturkan AgenBRILink menyumbang pendapatan non-bunga (Fee Based Income) sebesar Rp643 miliar bagi BRI selama periode tersebut. Hal itu berkat ragam layanan transaksi seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.
Hery Gunardi menyampaikan peran AgenBRILink yang semakin strategis tidak terlepas dari berbagai langkah konkret yang dilakukan oleh BRI dalam memperkuat fondasi dan kapabilitas jaringan keagenan di wilayah Indonesia.
Di antaranya dengan memperkuat sistem dan infrastruktur digital guna meningkatkan keandalan, efisiensi, dan keamanan transaksi di tingkat agen.
“BRI akan terus memperkaya fitur layanan yang ditawarkan, sehingga para agen dapat memberikan beragam solusi keuangan kepada masyarakat. Selain tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan. Pembelian asuransi mikro, setoran pinjaman, layanan referral pembukaan rekening tabungan dan layanan mikrofinansial lainnya dapat terlayani oleh AgenBRILink,” ujar Hery.
Adapun, dengan strategi yang matang dan eksekusi yang konsisten, BRI optimistis AgenBRILink dapat menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Bahkan, ke depan AgenBRILink akan terus menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia. (*) Ranu Arasyki Lubis