Infobank Gelar Pameran Warisan Nusantara, Keris Prabowo hingga Tokoh Finansial Jadi Sorotan di Solo
Solo, Jawa Tengah– Pameran budaya bertajuk “Infobank Solo Art and Culture Exhibition” mengusung tema Jaga Budaya Nusantara resmi digelar di Museum Keris Nusantara, Sriwedari, Solo Raya, pada 16–19 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengangkat kembali nilai-nilai budaya, khususnya keris, sebagai warisan peradaban sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan bahwa keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol filosofi kehidupan yang sarat makna.
“Keris adalah warisan filosofi kehidupan, kehalusan rasa, serta kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, pelestariannya bukan hanya tanggung jawab komunitas tertentu atau pemerintah daerah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa,” ujarnya.
Menurut Astrid, penyelenggaraan pameran ini menjadi bukti bahwa budaya mampu berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, bahkan bersinergi dengan sektor modern seperti jasa keuangan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa budaya tidak hanya hidup, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman. Sinergi dengan sektor modern menjadi langkah nyata dalam memperluas ruang apresiasi budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan seperti ini dalam mendukung kesejahteraan para perajin keris melalui bursa keris yang dihadirkan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa. Acara ini sekaligus memberikan ruang bagi perajin untuk terus berkarya dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Astrid.
Sementara itu, Graj. Ancillasura Marina Sudjiwo kakak perempuan dari Raja Mangkunegara X Bhre Sudjiwo menyoroti nilai filosofis keris sebagai bagian dari perjalanan panjang peradaban Nusantara.
“Keris bukan sekadar simbol, tetapi sarat filosofi dan mencerminkan perjalanan panjang peradaban Nusantara yang penuh makna. Nilai-nilai ini perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tidak tergerus zaman,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi semakin besarnya peran perempuan dalam sektor seni dan budaya.

“Perempuan Indonesia kini semakin menunjukkan kontribusi nyata di berbagai sektor, terutama dalam seni dan budaya. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi strategis yang memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Ancillasura Marina.
Marina menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga identitas bangsa melalui budaya.
“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat luas dan semakin meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga serta mengembangkan budaya Nusantara sebagai fondasi identitas bangsa,” tegasnya.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi budaya, tetapi juga simbol kolaborasi lintas sektor yang memperkuat posisi budaya dalam pembangunan nasional.
Kegiatan ini juga menghadirkan showcasing lukisan, fotografi, keris, dan busana Nusantara.
Karya-karya tersebut dimiliki oleh pejabat negara dan pelaku industri keuangan, mulai dari keris milik Presiden RI Prabowo Subianto, keris Presiden ke-7 Joko Widodo, keris milik Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ismed Saputra, keris dan pedang Ageman PB X Keraton Surakarta milik Direktur Utama Maximus Insurance Jemmy Atmadja, keris milik Wakil Direktur Utama Asuransi Cakrawala Proteksi Nicolaus Prawiro, keris milik Sapto Amal D Komisaris Utama Bank Muamalat, keris milik Editor in Chief The Asian Post Karnoto Mohamad, dan sebagainya.
Selain itu, terdapat pula ragam lukisan karya sejumlah tokoh, antara lain Direktur Asuransi Sinarmas Dumasi M. M. Samosir, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim, ekonom senior Aviliani, serta Direktur Asuransi Central Asia (ACA) Muljadi Kusuma, dan lainnya.
Perhelatan Infobank Solo Art and Culture Exhibition–Jaga Budaya Nusantara tak hanya meninggalkan kesan mendalam lewat deretan karya budaya yang ditampilkan, tetapi juga menghadirkan momen penutup yang tak terduga dan memukau.
Tak sedikit yang awalnya hanya bersiap menyaksikan seremoni penutupan, namun justru disuguhkan kejutan istimewa. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, tampil menyumbangkan suara emasnya di penghujung acara.

Alunan suara Astrid mengalir lembut, menyatu dengan atmosfer budaya yang telah terbangun selama pameran berlangsung.
Tepuk tangan meriah pun menggema, menandai kekaguman para hadirin atas penampilan yang di luar ekspektasi tersebut.
Momen ini sekaligus menjadi penutup yang manis bagi rangkaian acara yang sukses mengawinkan seni, budaya, dan kolaborasi lintas sektor. (*) Ranu Arasyki Lubis


