Connect with us

Selama Lebaran, Bandara Internasional Yogyakarta Digunakan untuk Penerbangan Tambahan

(Foto: istimewa)

Economy

Selama Lebaran, Bandara Internasional Yogyakarta Digunakan untuk Penerbangan Tambahan

THE ASIAN POST, JAKARTA ― PT Angkasa Pura I akan memindahkan penerbangan domestik tambahan Lebaran dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pertengahan Mei 2019.

General Manager Bandara Adosutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, Selasa (30/4), mengatakan 10 hari sebelum Lebaran, ada 26 tambahan penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, yang diajukan maskapai.

Selama ini, pihaknya memang memperketat pemberian izin slot, karena jumlah penerbangan di Bandara Adosutjipto, yang sudah padat.

“Saat ini, ada 180 penerbangan per hari, sehingga akan kami alihkan ke Bandara Internasional Yogyakarta. Begitu maskapai mengajukan penambahan penerbangan, maka kami pastikan di Bandara Internasional Yogyakarta,” kata Agus, seperti dikutip Antara.

Maskapai domestik yang sudah siap menerbangkan pesawat ke bandara baru adalah Citilink dan Lion Air.
Rencananya, Citilink akan melakukan uji coba penerbangan dari Bandara Sukarno-Hatta ke Bandara Internasional Yogyakarta pada 2 Mei atau 6 Mei 2019. Setelah itu, akan melakukan penerbangan komersial mulai 6 Mei 2019.

Kemudian, Lion Air sedang mengakukan izin slot dan rute penerbangan ke Kementerian Perhubungan.
“Dari Bandara Internasional Yogyakarta berapapun permintaan slot dan rute kami buka. Secara prinsip, Bandara

Internasional Yogyakarta sudah siap untuk penerbangan domestik dan internasional,” katanya.
Pandu mengatakan pengalihan penerbangan domestik ini tidak terlepas dari belum siapnya penerbangan internasional ke Bandara Internasional Yogyakarta karena sedang mengurus izin rute dan slot di negara asal dan tujuan.

Adapun penerbangan internasional yang menyatakan siap menerbangkan pesawatnya ke Bandara Internasional Yogyakarya, yakni SilkAir dari Singapura dan AirAsia dari Malaysia.
“Maskapai minta waktu delapan minggu untuk mengurus izin rute, slot dan pendukung lainnya. Sehingga, untuk sementara waktu, Bandara Internasional Yogyakarta dimanfaatkan untuk penerbangan domestik hingga maskapai internasional siap,” katanya. []

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Economy

Most Popular