Connect with us

Kinerja Optimal, Bank Nagari Diganjar Predikat “The Best” di Top BUMD 2022

Perbankan

Kinerja Optimal, Bank Nagari Diganjar Predikat “The Best” di Top BUMD 2022

Jakarta – PT Bank Nagari sukses meraih piagam atas predikat “The Best” yang diraihnya pada ajang Infobank Top BUMD 2022, Kamis, 19 Mei 2022, bertempat di Hotel Alila Solo. Bank Nagari meraih total skor 95,19 pada kelompok KBMI 1 atau modal inti sampai Rp6 triliun, dengan aset Rp25 triliun ke atas di rating BUMD Keuangan 2022.

Penilaian Rating BUMD Keuangan ini berbeda dengan rating bank dan BPR yang biasa dibuat Infobank setiap tahun. Pembeda utamanya terletak pada bahan baku rating, atau laporan keuangan masing-masing bank. Jika rating bank dan BPR menggunakan data hingga Desember tahun terakhir, maka pada Rating BUMD Keuangan, laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan per September atau triwulan ketiga tahun terakhir. Rating BUMD Keuangan meliputi penilaian terhadap bank pembangunan daerah (BPD), bank perkreditan rakyat (BPR), dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) milik pemda ini, menerapkan lima tahapan dalam menentukan pemenang kategori.

Kelima tahapan besar itu, yakni menentukan formula rating berdasarkan perkembangan industri dan kebijakan regulator, mengumpulkan data berdasarkan periode kinerja September 2020 hingga September 2021, mengolah angka-angka dengan berbagai rasio, mengelompokkan bank-bank sesuai besaran aset, dan pemberian notasi akhir untuk pemberian predikat. Pemberian notasi hanya untuk memudahkan pembaca. Karena bagi Biro Riset Infobank (birI), yang utama adalah predikat, dan bukan nomor urut.

Biro Riset Infobank mencatat banyak kinerja positif dari Bank Nagari hingga kuartal tiga 2021. Bank Nagari mencatatkan peningkatan total aset sebesar 3,61% secara tahunan per September 2021, modal inti sebesar 5,12%, dan laba tahun berjalan yang tumbuh sebesar 7,50%. Pertumbuhan-pertumbuhan ini berlanjut hingga triwulan pertama 2022.

Laba Bank Nagari tumbuh 33% secara tahunan menjadi Rp90,41 miliar dari periode yang sama tahun 2021. Total asetnya juga naik sebesar 5% year to date (ytd) menjadi Rp29,29 triliun. Di samping itu, modal intinya juga naik sebesar 7% secara tahunan menjadi Rp3,4 triliun per Maret 2022.

 

Penulis: Steven Widjaja

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Perbankan

Most Popular

To Top