Connect with us

Investasi Reksa Dana di Saat Kondisi Pasar Fluktuatif

reksa-dana

Economy

Investasi Reksa Dana di Saat Kondisi Pasar Fluktuatif

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

THE ASIAN POST, JAKARTA – Di tengah kondisi pasar yang relatif volatile seiring dengan penerapan tarif lanjutan dari Amerika Serikat (AS) terhadap barang impor dari Tiongkok, yang juga dibalas dengan tarif lanjutan Tiongkok terhadap AS, Bank Commonwealth merekomendasikan reksa dana sebagai pilihan utama untuk investasi jangka panjang.

Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth, Ivan Jaya meengatakan, pertumbuhan Ekonomi AS yang positif memungkinkan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga di penghujung tahun 2018.

“Kenaikan suku bunga yang disertai oleh pertumbuhan ekonomi memberikan sentimen positif untuk pasar saham sehingga untuk nasabah dengan profil risiko growth masih mempertahankan porsi saham di 70 persen,” ujar Ivan di Jakarta (11/10).

Bulan lalu, bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk menaikan suku bunga acuannya sebesar 25bps ke rentang 2,00 persen sampai 2,25 persen.  Hal tersebut direspon oleh Bank Indonesia (BI) dengan kembali menaikan suku bunga acuan 7-days reverse repo  sebesar  25bps ke level 5,75 persen sesuai dengan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan  pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan pasar saham maupun pasar obligasi Indonesia.  Pelemahan yang disebabkan oleh cepatnya pertumbuhan ekonomi AS, sentimen negatif emerging market dan kenaikan harga minyak ini sudah diantisipasi oleh Indonesia diantaranya dengan menaikkan suku bunga acuan, kebijakan B20 untuk menghemat impor bahan bakar minyak, dan aturan mengenai revisi tarif pajak penghasilan atas barang  impor.

Lebih lanjut, tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok diperkirakan akan sedikit mereda seiring dengan akan dilaksanakannya mid-term election di Amerika pada awal November 2018, karena Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan lebih meredam aksinya terutama terkait perang dagang tersebut.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Economy

Most Popular