Connect with us

BRINS Targetkan Pendapatan Premi Sebesar Rp 3 Triliun di 2022

Insurance

BRINS Targetkan Pendapatan Premi Sebesar Rp 3 Triliun di 2022

(Foto: Net)

Jakarta – BRI Insurance (BRINS), perusahaan asuransi umum yang berada di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 3 triliun di tahun 2022. Target tersebut disampaikan oleh General Manager BRI Insurance, Hamid, seusai menerima penghargaan 23rd Infobank Insurance Awards 2022, pada Kamis, 23 Juli 2022, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. 

Target tersebut tidaklah berlebihan mengingat total pendapatan premi BRINS yang sudah hampir mencapai angka Rp1,5 triliun pada triwulan II 2022, yakni Rp 1,49 triliun. Angka tersebut naik hingga 49,84% secara tahunan, dari Rp 999,66 miliar per triwulan II 2021. Sementara laba bersihnya meningkat hingga 3,48% secara tahunan, menjadi Rp 156,28 miliar per triwulan II 2022. Sebuah pencapaian yang luar biasa dalam satu tahun tersebut.  

Hamid juga optimis pencapaian laba BRI Life dapat meningkat 11% dari tahun 2021. 

“Tahun ini target pendapatan premi secara internal kami adalah Rp 2,7 triliun, tapi kami akan menuju ke Rp 3 triliun. Kami optimis di tahun 2022, pencapaian produksi kami dapat terlampaui dengan baik,” ucap Hamid, ketika diwawancarai di Jakarta. 

Pencapaian yang terus bertumbuh positif tersebut tak bisa dilepaskan dari strategi transformasi digital dan culture yang diinisiasi oleh segenap BRI Group. Transformasi digital dan culture turut diimbangi dengan penerapan good corporate governance (GCG) yang akuntabel dan transparan, sehingga segala risiko dapat diminimalisir sedini mungkin. 

“Transformasi ini tak mudah, tetapi akan sukses kalau 4 hal dipenuhi. Pertama jelas ada proyek yang ditransformasi, kedua ada pemimpin yang menggerakkan, ketiga seluruh anggota teamnya buy in atau menghendaki, dan keempat transformasi itu harus jadi sistem. Objek yang ditransformasi hanya dua, digital dan culture, digital basisnya IT, ada pabrik dan vendor. Culture harus dibangun, makanya dibutuhkan pemimpin yang jadi role model untuk perubahan culture yang fit di era digital,” ujar Chief Executive Officer (CEO) BRI Group, Sunarso, dikutip dari keterangan tertulis, bulan Mei lalu.

Terkait dengan digitalisasi, Hamid kembali menerangkan bahwa BRI Life tak akan meminimalkan kuantitas layanan fisik di daerah. Menurutnya, justru akselerasi digital akan melengkapi peran layanan fisik di daerah-daerah. 

“Karena ada beberapa fungsi itu yang belum bisa dilakukan secara digital. Misalnya, kalau produk-produk yang bersifat massal atau ritel, itu bisa dilakukan full digital. Tapi ketika kita bicara soal korporasi, contohnya di satu daerah ada korporasi besar, tetap kehadiran petugas di lapangan itu diperlukan. Itu membutuhkan analisa yang mendalam, harus melakukan kunjungan, itu yang membedakan. Jadi, ada bisnis yang memang kami harus create dengan melakukan kontak langsung kepada mitra-mitra kami, meskipun dalam proses bisnis itu tetap digital,” ungkapnya.  

Penulis: Steven Widjaja  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Insurance

Most Popular